11 Perusahan Tambang Rival PT Antam Pastikan Miliki Dokumen Administrasi yang Resmi

Kendari, Sultrapost.ID – Sejumlah perusahan tambang yang menjadi rival PT Aneka Tambang (Antam) terkait tumpang tindih Izin Usaha Pertambangan (IUP) memastikan segala dokumen yang dikantongi legal.

Hal tersebut diungkapkan Sony perwakilan 11 pemilik IUP, usai menghadiri rapat tertutup dengan PT Antam yang di gelar Dinas ESDM Provinsi Sultra, Jumat 8 November 2019. Dirinya menegaskan jika 11 perusahan yang menjadi rival perusahan milik Negara itu, secara administrasi memiliki dokumen yang resmi dari pemerintah.

“Selama ini kami tidak pernah berhadapan langsung, kami hanya dengar soal putusan 225 yang menjadi dasar tumpang tindih. Sedangkan secara administrasi kami juga mempunyai dokumen. Kita punya IUP, izin lingkungan dan sebagainya,” ungkapnya.

Pria yang juga merupakan Direktur PT Karya Murni Sejati (KMS)27 itu mengatakan, selama ini PT Antam selalu menjadikan putusan Mahkama Agung (MA) nomor 225 sebagai dasar untuk mengklaim, jika IUP dari 11 perusahan yang tengah beraktivitas di Mandiodo, Kecamatan Molawe, Konut telah di cabut dan menjadi miliknya.

“Selama ini yang selalu di jadikan dasar itu putusan MA 225, yang menurut kami ada yang tidak sesuai. Padahal tidak satupun dalam putusan yang mencabut IUP kami. Jadi secara hukum masih legal,” jelasnya.

Untuk itu ia bersama pemilik IUP lainnya berharap dengan adanya rapat tertutup yang di gelar ESDM Provinsi Sultra, dapat memberi jalan keluar, agar persoalan tumpang tindih ini bisa segera diselesaikan.

“Tadinya dalam rapat sempat alot, karena masing-masing mempertahankan argumennya. Namun pihak ESDM tidak menerima begitu saja, sehingga kami diminta untuk mengumpulkan segala dokumen perizinan, begitu juga pihak Antam,” pungkasnya.

Untuk diketahui, 11 perusahan swasta yang menjadi rival PT Antam yakni CV Ana Konawe (AK), CV Malibu, PT Avry Raya (AR), PT Hafar Indotech (HI), PT James Armando Pundimas (JAP), PT Karya Murni Sejati (KMS)27, PT Mughni Energi Bumi (MEB), PT Rizqi Cahaya Makmur (RCM), PT Sangia Perkasa Raya (SPR), PT Sriwijaya Raya (SR) serta PT Wanagon Anoa Indonesia (WAI).

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.