Adakan Sunat Masal, PMI Bombana dan PPNI Sultra Perkenalkan Sunat Moderen

Bombana, Sultrapost.id – DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sultra bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bombana dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bombana menggelar sunatan masal, Senin 17 September 2018.

Kegitan yang dilaksanakan di halaman kantor Dinas Kesahatan (Dinkes) Bombana ini, dan di hadiri langsung oleh Bupati Bombana H Tafdil itu sekaligus melounching dan memperkenalkan cara sunat modern kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana H Tafdil mengaku sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh kedua organisasi propesi itu. Karena kegiatan tersebut berdampak langsung pada masyarakat.

“Saya tentunya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena sangat berdampak langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.

Terlebih lagi kata Bupati dua priode ini, alat medis yang di gunakan sudah sangat modern dan cepat, sehinga mempermudah masyarakat.

“Ini merupakan inovasi baru, karena alat medisnya simpel dan cepat, yang dapat mempermudah masyarakat. Nah Ini berkat upaya dan usaha PPNI Sultra bersama PMI Bombana dalam memberika pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua PPNI Sultra, Heryanto menjelaskan bahwa sunat modern merupakan cara sunat dengan menggunakan sistem klep tanpa ada jahitan dan menggunakan suntik.

“Kalau pake laser, dia tetap di jahit dan lain-lain. Tapi sunat modern ini sudah lebih steril, kemudian pengerjaannya tidak lagi menggunakan jarum suntik untuk anastesi dan tidak lagi di jahit keliling, tapi pake sistem klem,” jelasnya.

Selain itu, lanjut anggota DPRD Bombana ini, pengerjaan sunat modern ini tidak memakan waktu lama dan mengurangi resiko pendarahan.

“Pengerjaannya hanya butuh waktu lima menit saja, kemudian mengurangi pendarahan. Jadi anak-anak yang habis di sunat, pulang dari sini sudah bisa bermain apa lagi mandi. Karena kalau terkena air justru akan semakin cepat sembuh,” tutupnya.

Pantauan Sultrapost.Id, animo masyarakat dalam sunatan masal ini rupanya sangat tinggi, dari 100 target awal PPNI Sultra dan PMI Bombana, jumlah masyarakat yang mendaftar mencapai 200 peserta. Dan untuk diketahui, Kabupaten Bombana merupakan salah satu daerah dari 17 Kabupaten dan Kota di Sultra, yang pertama melounching dan memperkenalkan sunat modern tersebut.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.