Akibat Ulah Oknum Dokter, Pelayanan di RSUD Mendapat Sorotan Dari DPRD Bombana

Bombana, Sultrapost.ID – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana, kini mendapat soroton dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, lantaran diduga ulah salah seorang oknum Dokter Spesialis Anak.

Bagaimana tidak, akibat ucapan oknum Dokter tersebut, salah satu orang tua pasien terpaksa membawa pulang anaknya dari RSUD.

Anggota DPRD Bombana Heryanto, Senin 18 Februari 2019 mengatakan dirinya menerima laporan tentang perlakuan seorang dokter dari orang tua pasien yang dirawat di RSUD Bombana itu.

“Saya menerima laporan dari Iman Agung orang tua pasien yang masih bayi bernama Clarissa Diningrum,” ujarnya.

Heryanto menjelaskan, berdasarkan keterangan orang tua pasien, anaknya dirawat di RSUD Bombana, karena diare dan demam tinggi yang dideritanya. Namun selama dua hari mendapatkan perawatan, demam bayinya malah terus meningkat hingga tubuhnya membiru, bahkan terkadang kejang.

Keluarga pun meminta kepada perawat agar Clarisa di periksa di laboratorium untuk mengetahui penyebab demam tinggi sang bayi. Karena sejak di rawat di RSUD, penyakit sang bayi tidak pernah di periksa di laboratorium.

Perawat kemudian mengkonfirmasikan kepada dokter yang bersangkutan, bahwa keluarga meminta pemeriksaan laboratorium. Dokter yang menangani bayi itu pun menginstruksikan kepada perawat untuk melakukan pemeriksaan laboratorium secara lengkap, namun apapun hasilnya sang bayi tetap akan di rujuk.

Orang tua yang panik dengan kondisi anaknya lalu bertanya kepada oknum dokter spesialis anak itu, dengan harapan mendapat jawaban yang baik.

“Ini anaknya ibu saya tidak bisa langsung kasih sembuh, atau saya sulap supaya berak-beraknya bisa sembuh,” ujar Heryanto yang menirukan perkataan oknum dokter tersebut.

Ucapan yang tak sepantasnya di keluarkan oleh sang dokter itulah yang kemudian membuat orang tua pasien kecewa.

“Maksudnya dia bicara apapun hasilnya pasien tetap akan rujuk?, itu artinya dia malas pusing dengan keadaan pasien. Karena baik atau buruk keadaanya dia akan tetap rujuk,” ujarnya.

Lanjut Ketua PPNI Sultra, orang tua pasien pun langsung membawa pulang anaknya dan tidak mau lagi dirawat oleh pihak RSUD Bombana, karena pelayanan yang tidak baik oleh oknum dokter spesialis anak tersebut.

“Karena dia dapat perlakuan tidak baik, terpaksa dia pulang dan mendatangani surat pemberhentian paksa perawatan. Karena percuma saja tetap dirawat di RSUD Bombana karena sudah tidak mau dilayani lagi, kenapa saya katakan tidak mau dilayani lagi, karena dia bilang apapun hasilnya akan tetap dirujuk,” tutupnya.

Terkait ini, hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Bombana belum dapat dikonfirmasi.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.