BannerDepan

AMAN Center: “OTT Mengagetkan Gubernur”

Kendari, Sultrapost.Id – Direktur AMAN Center, Laode Rahmat Apiti, mengungkapkan jika Gubernur Sultra H Ali Mazi kaget mendengar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra terhadap sekretaris dinas pendidikan dan kebudayaan pemerintah provinsi Sultra.

Sebab, lanjut Rahmat, diberbagai kesempatan H Ali Mazi sudah mewanti mewanti kepada semua pejabat Sultra agar tidak melakukan Pungutan Liar (Pungli) disemua program pembangunan.

“Gubernur Sultra sangat geram dengan kasus ini, ASN bermental korup seperti ini harus di delet dari pemerintahan AMAN, kebiasaan lama yang terus dipelihara justru mencoreng pemerintahan pemprof Sultra,” ucapnya, melalui press release yang dikirim ke redaksi Sultrapost.Id, kamis 29 November 2018.

Katanya, kasus OTT yang menimpa dinas pendidikan Sultra telah menjadi perbincangan publik.

“Ini warning bagi OPD OPD lainnya agar tidak melakukan Pungli dan atau meminta upeti,” tuturnya.

Rahmat pun menekankan jika apa yang dilakukan oleh sekretaris dinas, merupakan inisiatif sendiri di internal dinas tersebut, tidak mempunyai hubungan dengan gubernur maupun wakil gubernur Sultra.

“Tidak ada hubungannya dengan gubernur, jadi kalau ada isu yang beredar bahwa ini perintah gubernur dan wakil gubernur, itu merupakan fitnah politik,” imbuhnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima AMAN Center, dalam waktu dekat akan di adakan bersih bersih pejabat yang kerap melakukan pungli atau meminta fee ditubuh dinas pendidikan Sultra.

“Saat kampanye dulu, Gubernur banyak mendapat masukan dari Kepala Sekolah (Kasek) dan masyarakat, agar sistim di dinas pendidikan ditata dan mendelet ASN ASN yang hobi melakukan Pungli, gubernur sudah mengantongi nama nama ASN dilingkup dinas pendidikan yang suka meminta fee terkait program program,” sambung dia.

“Kita percayakan pada aparat Kejati untuk memproses OTT tersebut, biarkan aparat hukum bekerja dan jangan ada ASN di dinas pendidikan yang persulit proses hukum” tambah Rahmat.

Ia kembali menegaskan, bahwa jika ada isu yang beredar ini adalah perintah gubernur, maka hal tersebut tidak benar.

“Silakan publik memantau perkembangan kasus ini biar terang benderang,” pungkasnya.

Penulis: Erwin
Editor: Leros

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.