BannerDepan

AMIN Desak Kemendikbud Tindak Tegas Rektor UHO Atas Dugaan Gratifikasi

 

Jakarta, Sultrapost.ID – Setelah melaporkan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) ke Komisi Pemeberantas Korupsi (KPK) atas dugaan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru (Maba) tahun 2022, Aliansi Masyarakat Indonesia (AMIN) Sultra kini mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk memberikan tindakan tegas.

Direktur AMIN, Andriansya Husen mengatakan Kemendikbud RI harus segera mengambil tindakan tegas atas dugaan gratifikasi penerimaan Maba UHO yang di lakukan Rektor.

“Kami sudah melaporkan rektor UHO terkait gratifikasi penerimaan mahasiswa baru di KPK RI. Sekarang tugas Kemendikbud memberikan tindakan tegas keoada Rektor UHO,” ungkapnya, Kamis 17 November 2022.

Dijelaskannya, tercatat ada beberapa fakultas yang menggunakan jalur titipan yang seharusnya tidak dilakukan oleh pihak UHO, karena mencederai calon mahasiswa lainnya.

“Dari total 17 Fakultas di UHO beberapa fakultas yang menggunakan jalur titipan tetapi yang menjadi fokus kami yaitu Kedokteran dan Farmasi. Nah inilah yang menjadi pantauan kami, karena apapun alasannya jalur titipan sangat tidak dibenarkan apalagi kalau ada transaksionalnya, sangat mencederai, karena yang harusnya lulus setalah tes namun tergeser karena adanya titipan,” jelasnya.

Mantan sekjen SYLVA Indonesia itu menegaskan jika data yang mereka miliki sangat jelas dan tertuang jumlah mahasiswa titipan di masing-masing fakultas.

“Jelas pada data yang kami simpan terkait dengan jumlah mahasiswa titipan beserta bukti lainnya sebagai penunjang pada laporan yang kami sampaikan,” tegasnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.