BannerDepan

AMIN Laporkan Rektor UHO ke KPK RI Atas Dugaan Gratifikasi

 

Kendari, Sultrapost.ID – Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, di laporkan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI oleh Aliansi Masyarakat Indonesia Menggugat (AMIN) Senin, 31 Oktober 2022 atas dugaan gratifikasi pada penerimaan mahasiswa baru.

Direktur AMIN, Andriansya Husen mengatakan banyak mahasiswa baru yang merupakan titipan lolos pada penerimaan mahasiswa jalur mandiri.

“Kami sudah melaporkan rektor UHO terkait gratifikasi penerimaan mahasiswa baru di KPK RI, data yang kami miliki terlihat jelas banyaknya mahasiswa baru jalur mandiri yang masuk dengan jalur titipan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tercatat ada beberapa fakultas yang menggunakan jalur titipan yang seharusnya tidak dilakukan oleh pihak UHO karena mencederai calon mahasiswa lainnya.

“Dari total 17 Fakultas di UHO beberapa fakultas yang menggunakan jalur titipan tetapi yang menjadi fokus kami yaitu Kedokteran dan Farmasi. Nah inilah yang menjadi pantauan kami, karena apapun alasannya jalur titipan sangat tidak dibenarkan apalagi kalau ada transaksionalnya, sangat mencederai, karena yang harusnya lulus setalah tes namun tergeser karena adanya titipan,” jelasnya.

Dirinya bahkan menegaskan jika data yang mereka miliki sangat jelas dan tertuang jumlah mahasiswa titipan di masing-masing fakultas.

“Jelas pada data yang kami simpan terkait dengan jumlah mahasiswa titipan beserta bukti lainnya sebagai penunjang pada laporan yang kami sampaikan,” tegasnya

Andriansya berharap agar dugaan tersebut secaptnya di tindak oleh KPK RI serta pihaknya juga akan segera bertandang ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Kemendikbud terkait dugaan gratifikasi yang di lakukan rektor UHO.

Apa lagi lanjut dia, belum lama ini praktik korupsi diperguruan tinggi yang dinaungi oleh Kemendikbudristek baru-baru mencuat ke permukaan publik.

“Kami berharap agar kasus ini segera di tindak cepat oleh KPK RI dan kami tidak akan diam dalam waktu dekat ini kami akan bertandang ke Kemendikbud terkait dugaan kasus ini,” tegasnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.