AMPUH Minta Bareskrim Polri Transparan Tetkait Perkembangan Kasus Hukum PT Rosini Indonesia

 

Kendari, Sultrapost.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) meminta Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri agar transparan dalam menangani kasus hukum PT Rosini Indonesia.

Pasalnya, sejak ditetapkannya Direktur Utama (Dirut), Lily Sami sebagai tersangka pada Bulan Juli 2019 lalu, hingga kini tak ada kabar mengenai perkembangan kasus perusahan tambang tersebut.

Ketua DPP Aiansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh), Hendro Nilopo menganggap Bareskrim Mabes Polri terkesan menutup-nutupi proses hukum tersangka.

“Kasus ini menurut kami terkesan ditutupi oleh pihak kepolisian. Karna sampai sekarang kami tidak pernah tau sudah sejauh mana proses hukumnya,” jelasnya, Sabtu 5 Desember 2020.

Kata dia, penetapan Lily Sami sebagai tersangka sudah sejak Bulan Juni 2019 lalu. Seharusnya Mabes Polri mengemumkan perkembangan prose hukumnya, sehingga tidak menimbulkan pemikiran negatif kepada masyarakat.

“Haruslah diumumkan agar bisa di tahu prosrsnya berlanjut atau dihentikan dengan alasan tertentu. Karena Sejauh ini tidak pernah lagi ada kabarnya lanjut atau SP3. Jika misalnya diterbitkan SP3 harusnya di umumkan agar masyarakat tidak bertanya-tanya lagi,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berharap Bareskrim Polri tidak bermain-main dengan penegakkan hukum atas kasus dugaan penyalahgunaan izin jetty dan kejahatan pelayaran oleh Direktur Utama (Dirut) PT. Rosini Indonesia.

“Kami harap pihak Bareskrim Polri tidak main-main dengan kasus ini, siapaun dia siapapun yang backingi harus diproses sampai tuntas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Pintanya

Pihaknya mengancam jika dalam waktu 3×24 Jam belum ada penyampaian resmi dari pihak Bareskrim Polri terkait sejauh mana proses hukum Dirut PT. Rosini Indonesia, maka pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran di Mabes Polri sebagai bentuk protes.

“Kami sudah berapa kali bertandang ke mabes polri, jadi bukan hal yang ngga mungkin lah. Apalagi ini kasus di daerah kami, jelas kami harus kawal sampai tuntas,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.