Ampuh Sultra Minta ESDM dan DLH Tindak Tegas PT Macika

Kendari, Sultrapost.ID – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sultra, meminta kepada DLH serta ESDM Provinsi Sultra untuk segera menindak lanjuti dugaan pencemaran lingkungan dan kejahatan pertambangan PT

PT Macika Mada Madana (MMM).

Direktur AMPUH Sultra, Hendro Nilopo mengatakan, aktivitas penambangan Nickel PT MMM di Kecamatan Palangga Selatan, Konawe Selatan (Konsel) di duga telah mencemari lingkungan.

“Hampir 100 persen persawahan di Desa Kiaeya dan Desa Watudemba tercemar. Kami duga ini akibat aktivitas PT Macika,” ungkapnya, Selasa 21 Januari 2020.

Seharusnya kata dia, jika mengacu pada UU nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, maka Izin Lingkungan perusahaan tersebut sudah seharusnya di cabut.

“Tapi sampai hari ini, tidak ada tindakan tegas yang di berikan kepada perusahan tersebut,” ujarnya.

Tak hanya, selain dugaan pencemaran lingkungan, aktivitas penambangannya pun di duga berada diluar titik koordinat. Untuk itu pihaknya meminta kepada Instansi terkait baik di Kabupaten Konsel maupun Provinsi agar segera memberikan tindakan tegas kepada PT. Macika.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan DLH Sultra dan kami di arahkan untuk membuat aduan secara resmi terkait dugaan pencemaran lingkungannya untuk proses lebih lanjut, In Sha Allah hari ini kami akan selesaikan aduan tersebut,” ucapnya.

Sedangkan di Dinas ESDM Sultra, mereka mengaku akan menurunkan tim untuk melakukan Investigasi terkait dugaan penambangan diluar titik koordinat.

“Terakhir kami sudah ajukan untuk agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Provinsi Sultra dengan mengundang Instansi-instansi terkait baik dari Kabupaten Konsel maupun dari Provinsi,” tutupnya.

Sementara itu salah seorang karyawan, Syaiful saat di konfirmasi oleh awak Sultrapost.id melalui Whatsapp-nya tidak bisa memberi jawaban atas dugaan pencemaran dan kejahatan pertambangannya.

“Mohon maaf posisi saya di Jakarta, yang punya kapasitas untuk menjawab ke KTT di site kami, bapak Jum atau Bapak Lukman yang lebih tahu dan lebih paham area-nya,” pintanya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.