AMPUH Sultra Sesalkan Pernyataan Kapolda Soal TKA China yang Masuk ke Sultra

Kendari, Sultrapost.ID, – Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo menyesalkan pernyataan Kapolda Sultra, yang belum terkonfirmasi dengan benar.

“Jadi jangan hanya masyarakat yang diingatkan mengenai ancaman pidana terkait penyebaran video TKA China yang masuk ke Sultra, Minggu 15 Maret 2020 tetapi kapolda juga seharusnya berhati-hati dalam memberikan keterangan atau penjelasan yang belum terkonfirmasi dengan benar, karena Itu juga pidana,” ungkapnya, Senin 16 Maret 2020.

Dijelaskannya, dalam Pasal 55 UU nomor. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik jelas ditegaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja membuat Informasi publik yang tidak benar atau menyesatkan dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

“Nah, kalau misalnya dari puluhan TKA itu yang datang di Sultra kemarin ada salah satu yang terinfeksi Virus Corona kemudian menyebarkan kepada masyarakat. Yang akan bertanggung jawab siapa?,” ucapnya.

Lanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan RI telah memberikan himbauan sejak Bulan Februari 2020, bahwa pekerja dari asing sudah tidak diizinkan lagi masuk ke Indonesia termaksud di Sultra.

“Untuk itu kami berharap demi keamanan di Sultra agar Kapolda Sultra serta pihak-pihak yang berwenang untuk menyelidiki siapa dalang masuknya TKA Cina di Sultra pada hari Minggu kemarin. Karna selain demi keamanan di Sultra juga sebagai sikap mengindahkan himbauan dari Kementerian Ketenagakerjaan sejak bulan Februari lalu,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.