BannerDepan

Ancam Tebas Pelaku, Suardi Malah Tewas di Tebas

Bombana, Sultrapost.id – Suardi (65), warga Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, rupanya tidak pernah menyadari jika ancamannya justru menghilangkan nyawanya sendiri. Ia tewas ditangan Asrullah (27) setelah ditebas dibagian kepala dan lehernya, dengan menggunakan Arit Rabu 26 September 2018.

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Abdul Kadir, saat dikonfirmasi mengatakan, kronologi kejadian bermula saat Suardi mendatangi rumah pelaku dan mengancam keluarga pelaku, lantaran kesal kepada adik pelaku yang tidak sengaja menabrak kendaraan  keponakannya, pada Selasa 25 September kemarin, hingga membuat motor keponakannya rusak.

“Suardi ini kesal karena motor keponakannya rusak akibat ditabrak adik pelaku. Korban pun datang kerumah pelaku mengancam  pelaku dan keluarganya. Korban mengatakan siapa saja yang membantu pelaku akan ditebasnya,” ungkapnya.

Mendengar ancaman dari korban Lanjut Kapolsek, Mutmaina yang merupakan istri pelaku pun mendatangi dan menyampaikan ancaman tersebut kepada suaminya yang saat itu sementara berada di sawahnya untuk menghidupkan mesin pompa air.

“Pelaku pergi kesawah untuk menghidupkan mesin pompa airnya pada pukul 10.00 wita. Nah setelah korban datang dan mengancam, pada pukul 16.00 istri pelaku pun menyusul suaminya kesawah untuk memintanya pulang kerumah. Karena heran pelaku kemudian bertanya kepada istrinya ada apa, sang istri menjawab pulang dulu,” ucapnya.

Setibanya dirumah, beberapa keluarga pelaku yakni bapak pelaku, H. Nasir, ibu pelaku Suryani, paman Polantara, Husein, Rasyid, tante pelaku Nia, Sukma serta sepupu pelaku Hendrik tengah berkumpul. Pelaku yang merasa heran pun lalu bertanya kepada mereka ”ada apa ini”.

“Orang tua pelaku kemudian menyampaikan bahwa Suardi mencarinya, katanya kamu mau ditebas, siapa-siapa yg membantu Asrulah (pelaku red) akan ditebasnya,” ujar Kapolsek.

Pelaku yang masih heran, kembali bertanya kepada keluarganya tentang alasan suardi mencari dirinya. Kemudian Hendrik sepupu pelaku pun mengatakan jika Suardi mencarinya hanya karena persoalan penabrakan tersebut.

“Setelah sepupu korban menyampaikan hal tersebut, disaat yang bersamaan keluarga pelaku meminta agar dirinya menghindar dan pergi bersembunyi. Namun pelaku enggan bersembunyi,” lanjutnya.

Sekitar pukul 17.00 wita, pelaku yang masih berada dirumahnya mendengar suara motor korban dan langsung mengambil arit yang berada disampingnya. Pelaku yang melihat korban melintas di depan rumahnya sambil menatap kearahnya, langsung mendekati korban yang mengendarai motor. Korban pun berhenti tepat didepan rumah pelaku.

“Belum sempat korban turun dari motornya, pelaku langsung menebas korban di kepala bagian belakang sehingga korban terjatuh dari motornya. Setelah korban terjatuh,  pelaku menebas lagi korban sebanyak dua kali pada bagian leher yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Kapolsek.

Setelah mengetahui korban tidak bernyawa lagi, pelaku kemudian menyerahkan diri di Mapolsek Lantari Jaya, bersama barang bukti Arit yang digunakannya .

“Dengan kejadian tersebut pelalu kami amankan disel tahanan Mapolsek dan langsung dilakukan pemeriksaan. Pelaku akan dikenakan pasal 340 subsider pasal 388 subsider pasal 351 ayat tiga tentang kekerasan dengan menghilangkan nyawa dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Ruangan komen telah ditutup.