Berbagai Lembaga Anak Daerah Geruduk Kantor Perusahan Tambang

Kendari, Sultrapost.ID – Insiden penganiayaan Muhammad Iksan yang di lakukan oleh orang tak dikenal, pada Kamis 02 Januari 2020 kemarin rupanya mengundang reaksi dari berbagai lembaga.

Ratusan massa dari Tamalaki Sultra, Banderano Tolaki, Persatuan Masyarakat Tolaki (PMT) serta Banggona Samaturu mendatangi salah satu kantor perusahan tambang yang berada di jalan Cempaka Putih, Kelurahan Wua wua, Kecamatan Wua wua, Kota Kendari, Jumat 03 Januari 2020.

Massa dari berbagai lembaga anak daerah itu tiba pada pukul 15.00 WITA dan langsung memaksa masuk kedalam halam kantor yang dikathui milik Anton Timbang, namun di halau oleh aparat kepolisian yang melakukan penjagaan.

Terjadi aksi saling dorong, setelah beberapa jam kemudian massa berhasil menerobos dan masuk di halaman kantor. Massa yang berhasil masuk justru semakin geram hingga nyaris merusak jendela dan beberapa barang-barang lainnya, lantaran kondisi kantor dalam keadaan terkunci.

Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto yang tiba di lokasi pun langsung menemui dan meredam jarahan massa. Bahkan mantan Kapolres Wakatobi itu berjanji akan secepatnya mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menimpa Muhammad Iksan.

Ketua Tamalaki Sultra, Alfian Anas mengatakan, ia bersama massa akasi laninnya menfuga jika selama ini kantor tersebut merupakan tempat berkumpulnya para preman yang dipelihara oleh perusahan tambang.

“Kami duga pelaku yang menebas saudara kami Iksan itu adalah orang suruhan dari perusahan, Dan kantor ini memang tempat kumpulnya para preman-preman yang diduga kuat peliharaan perusahan,” ungkapnya dengan nada marah.

Ia menegaskan, jika pelaku dan otaknya tidak segera di amankan, maka Tamalaki Sultra akan menggunakan caranya sendiri untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kalau tidak cepat di tangkap pelakunya, maka kami akan gunakan cara kami sendiri. Yang perlu diingat Iksan itu kader tulen kami adalah putra daerah, jadi jangan usik kami,” tegasnya.

Untuk diketahui, Muhammad Iksan merupakan korban dari orang tak dikenal yang diduga preman suruhan dua perusahan tambang.

Ia mengalami luka dikepala setelah ditebas usai melakukan aksi demonstrasi di DPRD Sultra, terkait dugaan kejahatan kehutanan PT MLP serta PT Askon yang berada di Desa Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.