Dalam Sehari, Ekspor Komoditas Pertanian Asal Jatim Tembus 266,6 Miliar

Jatim, Sultrapost.ID – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian menerbitkan 116 sertifikat terhadap komoditas pertanian asal Jawa Timur (Jatim) senilai Rp. 266,6 Miliar yang diekspor ke 32 negara. Negara tujuan ekspor tersebut diantaranya: Amerika, Belanda, Jerman, Bulgaria, Mesir, Iraq, Singapura, Timor Leste, dan 24 negara lainnya.

“Walau di tengah pandemi covid19 tidak menyurutkan langkah sektor pertanian untuk melakukan ekspor. Pada hari ini, sejumlah 11,8 ribu ton setara 237 kontainer komoditas pertanian dari 65 perusahaan eksportir dilepas ke berbagai negara tujuan ekspor.” ungkap Musyaffak Fauzi Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Jumat 1 Mei 2020.

Pelepasan ekspor secara simbolis dilakukan terhadap 4 kontainer komoditas pertanian dari 4 perusahaan yang berbeda di Terminal Petikemas Surabaya pada 30 April 2020. Komoditas tersebut antara lain 24 ton cengkeh senilai Rp. 1,78 Miliar ke Singapura milik PT. A.J, sebanyak 19,2 ton kopi senilai Rp 505,3 juta, ke Mesir milik PT. A. J, sebanyak 24 ton ausu pasteurisasi sejumlah senilai 250 juta ke Singapura milik PT. G. F. I ke Singapura, dan sebanyak 20 ton pakan ternak sejumlah senilai 26,93 juta ke Timor Leste milik PT. Charoen Pokphand Indonesia.

“Total komoditas ekspor yang dilepas sebanyak 41 jenis diantaranya kakao bubuk, kakao pasta, kayumanis, kelapa iris, cocopead, gambir, kopi, susu pasteurisasi, sarang burung walet, pakan ternak, dan 31 jenis lainnya,” tutur Musyaffak.

Lebih lanjut Musyaffak menyebutkan apabila menilik perkembangan ekspor asal Jatim melalui BBKP Surabaya selama triwulan pertama Tahun 2020 cukup menggembirakan walaupun sempat menurun sedikit pada bulan Maret. Namun di April mengalami kenaikan 22,78 persen.

“Secara rinci ekspor Januari mencapai Rp. 2,82 triliun, Februari Rp.3,84 triliun, Maret Rp 2,59 triliun, dan April naik kembali menjadi Rp 3,18 triliun. Total nilai ekspor periode Januari hingga April 2020 adalah Rp 12,43 triliun,” paparnya.

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Karantina Pertanian dan seluruh pelaku usaha sektor pertanian yang terus melakukan upaya pemenuhan pangan dan ekspor di tengah pandemi covid19.

“Diharapkan dengan adanya pelepasan ekspor ini dapat menambah devisa sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

Perlu diketahui, pelepasan ekspor ini merupakan salah satu rangkaian acara Ekpor Serentak 9 Pintu oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang dilakukan secara daring di ruang Agricultural War Room (AWR) – Kementan di Jakarta. Adapun 9 pintu ekspor dimaksud meliputi Surabaya, Tanjung Priok, Soekarno Hatta, Makassar, Belawan, Medan, Denpasar, Lampung, dan Semarang.

Laporan: Rilis Kementan RI

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.