Dana BOP Sekolah Diduga Dicubit, Ini Penjelasan Kabid Pembinaan PAUD Diknas Muna

Muna, Sultrapost.ID – Penyaluran dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) pada sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Muna, diduga dicubit oleh pihak Diknas Muna.

Pasalnya dana operasional tyang diterima oleh pihak PAUD tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis).

Kepala Sekolah PAUD yang tak ingin disebutkan identitasnya menduga ada pemotongan dana BOP Sekolah, karena dana yang masuk direkening sekolah berkurang dibanding tahap pertama yang dia terima.

Padahal jika berdasarkan juknis dari Dapodik, dari 32 peserta didik yang ada, jika dijumlahkan Rp 600 Ribu per peserta didik, maka jumlah dana BOP yang diterima sekolah sekitar Rp 21 Juta dan penyalurannya dibagi dua tahap.

Sedangkan tahap pertama yang diterima pada bulan Juli lalu, Ia mengaku pencairannya baru setengah dari total keseluruhan.

“Artinya untuk tahap kedua harusnya masi sekitar 10,5 juta. Namun yang masuk direkening sekolah hanya 8,1 juta,” ungkapnya beberpa waktu lalu.

Ia sangat menyayangkan jika hal itu benar terjadi, sebab dana tersebut selain digunakan untuk kepentingan pendanaan peningkatan mutu pendidikan para peserta didiknya juga sebagai biaya operasional pendidiknya.

“Sebenarnya bukan dipermasalahkan hanya saja itu untuk pendanaan kelengkapan belajar mengajar juga sebagai biaya operasional para guru, masa biar itu dipotong juga,” cetusnya

Menanggapi itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD Diknas Muna, Samaul Ndimuri menjelaskan berkurangnya dana BOP tersebut bisa saja disebabkan oleh sebagian dapodik yang mereka ajukan tidak valid akibatnya terjadi perbedaan data. Apalagi tahap kedua ini memasuki ajaran baru semester satu, tahun 2020.

“Sebenarnya bukan pemotongan, Boleh jadi jumlah muridnya yang berkurang, ketika kita buka data kabupaten jumlah siswanya hanya sekian, tidak semua dapat terinput sehingga bisa terjadi selisih besaran yang diterima,”timpalnya

Namun untuk total secara keseluruhan dana BOP yang tersalurkan pada tahun 2019 ini dari 235 PAUD di Kabupaten Muna, Ia mengaku tak mengetahui secara rinci.

“Saya tidak hafal persis berapa totalnya,”tandas Samaul

Laporan: Ison
Editor: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.