Dari Pulau Kabaena Berburu NIP Sampai Ke Konkep

Bombana, Sultrapost.ID – Hampir semua kabupaten di propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mendapat kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sedang berlangsung tahapannya, termasuk kabupaten Bombana itu sendiri.

Namun bagi mereka, masyarakat kabupaten Bombana yang memiliki keilmuan sebagai tenaga guru dan tenaga medis, harus beranjak dari daerah sendiri ke kabupaten lain untuk mengadu nasib dan berburu Nomor Induk Pegawai (NIP), sebab di Bombana tidak dibuka kuota untuk tenaga guru dan tenaga medis.

LR (30), nama adalah inisial, warga Pulau Kabaena kabupaten Bombana, saat ditemui Sultrapost.ID mengatakan, ia bertitel sarjana pendidikan, berangkat dari Pulau Kabaena meninggalkan keluarga menuju kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) hendak mengikuti tes CPNS disana.

“Bombana tidak ada penerimaan guru, jadi kita ke daerah lain yang ada penerimaan guru,” tuturnya, Kamis 21 November 2019 lalu.

Dari Pulau Kabaena ke Konkep, tidak sedikit biaya yang harus LR keluarkan. Bahkan dia rela mengarungi laut dan darat berjam jam demi memperbaiki nasib.

“Semoga ada keberuntungan disana (Konkep),” ungkapnya.

Untuk ke kabupaten Konkep, sambung LR merincikan waktu dan jalur yang ia harus tempuh. Dari pelabuhan Sikeli Pulau Kabaena ke pelabuhan Kasipute, dibutuhkan waktu kurang lebih 5 jam melalui kapal kayu, kemudian dari terminal Kasipute menuju kota Kendari dibutuhkan waktu kurang lebih tiga jam setengah. Di Kendari harus bermalam satu malam.

“Bagi yang ada keluarganya di Kendari, bisa bermalam dirumah keluarganya itu, bagi yang tidak punya keluarga, terpaksa harus menyewa penginapan,” ucapnya.

Sedangkan dari pelabuhan Kendari menuju pelabuhan feri kabupaten Konkep, dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam, belum termasuk waktu yang dibutuhkan saat mengurus berkas disana.

“Untung kalau selesai satu hari bisa langsung pulang, kalau tidak yah’ harus bermalam di Konkep,” tutupnya.

Dilansir di laman Bombanakab.go.id, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Bombana, Rusman Idja mengatakan, perekrutan CPNS dan PPPK tahun ini dilaksanakan dengan kuota yang cukup minim, karena anggaran yang kurang memadai. Hanya 17 kuota untuk CPNS dan 12 untuk PPPK.

”Kita tidak bisa memaksakan untuk pengusulan kuota lebih banyak. Sebab, kemampuan daerah untuk saat ini hanya sampai disitu,” ungkapnya.

“Memang untuk tahun ini kuota yang diusulkan sangat minim, dan bahkan tidak ada untuk kuota guru dan tenaga medis,” sambung Rusman Idja di Bombanakab.go.id.

Penulis: Andri

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.