D’blitz Hotel Kendari Tegaskan Tak Ada Praktek Prostitusi

Kendari, Sultrapost.ID – D’Blitz Hotel Kendari akhirnya angkat bicara soal tudingan adanya dugaan praktek prostitusi yang disuguhkan oleh management Hotel.

Kuasa Hukum D’Blitz Hotel, Andre Darmawan menegaskan bahwa apa yang di sampaikan oleh Raden Surfianto salah seorang warga melalui media adala hoaks, sebab management sama sekali tidak pernah menyuguhkan praktek prostitusi.

“Kami tidak pernah menyediakan prostitusi, berita yang disebarkan pak Raden itu tidak benar, dan ini pencemaran nama baik. Apalagi mengatasnamakan warga, warga lainnya itu sapa,” jelasnya, Minggu 5 Januari 2020.

Andre mengakui, jika gedung yang di gunakan oleh Karaoke 77 memang milik D’Blitz, akan tetapi management hotel dengan tempat hiburan tersebut berbeda.

“D’blitz ini beda, karaoke 77 juga beda. Jadi jelas managementnya berbeda. Memang gedung yang di gunakan itu milik D’Blitz, tapi itu disewakan ke karaoke 77,” ucapnya.

Sehingga itu lanjut dia, Management hotel sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan karaoke 77.

“Kalau ingin cek silahkan saja, apakah ada transaksi prostitusi. Disitu hanya menyediakan pemandu lagu untuk berkaraoke jadi bukan untuk prostitusi, apalagi Raden bilang para pengunjung kalau selesai karaoke tinggal menyebrang ke Hotel ini, sudah tidak benar itu, kalau memang ada sama saja kami melanggar hukum, “tambah Andre.

Selain itu menyoal terkait Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari terkait Tempat Hiburan Malam (THM), Andre menyebut bahwa jam operasional Karaoke 77 sudah sesuai Perda tersebut.

“Seperti Raden bilang kami tidak patuh dengan Perda itu bagamainana?, disini karaokennya tutup jam 2 malam sesuai ketentuan Perda. Hanya memang waktu malam tahun baru ada yang sampai jam subuh, karena makanan dan minunan yang tamu pesan belum mereka habiskan, “bebernya

Bahkan selama ini, warga lainnya tidak pernah memprotes soal managent D’blitz. Sebab Ia mengaku baru kali ini ada hal seperti itu.

“Selama ini warga juga tidak pernah komplain kok sama kami, kalaupun ada yah tinggal komunikasi sama pihak management saja. Sehingga saya menduga warga ini ada unsur kepentingan, “ujar Kuasa Hukum D’blitz.

Kemudian terkait dengan fasilitas Ganset dan cerobong asap milik management D’blitz yang menurut Raden kerap menganggu kenyaman warga, Andre mengatakan bahwa hal itu tidak seperti yang dikatakan warga tersebut.

“Jadi begini soal Genset itu kan kami pake pada saat lampu padam. Kalau mau dikasih hidup tiap jam perhari itu salah besar. Tapi kalau pagi memang selalu dikasih panas selama satu menit. Kalau untuk cerobong asap itu posisinya menghadap keatas. Tidak langsung menyasar ke rumah warga, “ungkapnya

Olehnya itu, dalam waktu dekat ini Andre juga akan memanggil Raden untuk menanyakan lebih detail terkait persoalan itu.

Meski demikian, untuk membuktikan tuduhannya (Raden), Andre juga akan meminta bukti-bukti terkait beberapa dugaan yang dilontarkannya dalam pemberitaan.

“Pokonya kami akan panggil Raden ini, dan silahkan dia lampirkan bukti-bukti kalau kami ada menyediakan prostitusi, karena kalau tidak benar kami yang akan tempuh kejalur Hukum, soalnya kami merasa dicemar oleh dia (Raden), “pungkasnya

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.