BannerDepan

Demo Soal PHK Sepihak, Eks Karyawan PT WIN Malah di Adukan ke Polres Konsel

Konsel, Sultrapost.ID – Sungguh malang nasib Sandi dan Bahrul serta beberapa rekannya, bukannya mendapat solusi atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), mereka malah harus berurusan dengan Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel).

Eks karyawan dari perusahaan tambang di Konsel itu di minta oleh kepolisian untuk melakukan klarifikasi pasca melakukan demonstrasi di PT WIN beberapa waktu lalu.

Bahrul mengatakan, dirinya mengaku heran dengan adanya surat undangan klarifikasi dari Polres Konsel, sebab ia bersama rekan-rekannya yang telah di PHK sepihak oleh PT WIN merasa tidak pernah melakukan tindakan pelanggaran pada saat aksi demonstrasi beberpa waktu lalu.

“Setelah aksi itu kami di panggil oleh pihak Manager PT WIN untuk mediasi secara kekeluargaan dan dijanjikan 10 hari setelah pertemuan ini akan ada solusi terkait tutuntan kami. Tetapi faktanya hari ini yang hadir di hadapan kami bukan solusi malahan surat dari kepolisian, dengan dalih tindak pidana menghalang-halangi aktifitas pertambangan, lalu dimana lagi dan bagaimana lagi agar kami bisa mendapat keadilan di daerah kami sendiri,” ungkapnya, Rabu 21 Juni 2023.

Hal senada juga di sampaikan oleh Sandi. Kata dia, sebelum melakukan aksi demonstrasi pada tanggal 15 Juni 2023 lalu, ia bersama rekan-rekannya yang telah di PHK sepihak telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan keadilan sesuai dengan arahan konstitusi.

“Hak kami tidak dipenuhi selama bertahun-tahun. Nah kami hanya mencari keadilan sesuai amanah konstitusi, tapi sampai sekarang tidak ada titik terang. Di Disnaker Konsel juga bahkan tidak ada titik temu. Makanya kami melakukan demonstrasi,” uncapnya.

Bukannya mendapatkan solusi atas prilaku perusahaan yang semena-mena, eks karyawan PT WIN itu malah mendapat surat panggilan klarifikasi dari Polres Konsel hanya karena menuntut haknya setelah di PHK.

“Selama ini kami merasa telah di perbudak oleh perusahaan, karena kerja bertahun-tahun tidak ada kontrak, gaji di bawah UMK, serta selalu over jam kerja tanpa upah lembur, tidak diberi BPJS, dan saat ini karyawan di PHK secara sepihak tanpa pesangon,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas PT WIN yang di ketahui bernama Kasman saat di konfirmasi via WhatsApp-nya, tidak memberikan jawaban.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.