Diduga Gelapkan Ore Nickel Diam-diam, PT Celindo Nickel di Lapor Ke Polda Sultra

Kendari, Sultrapost.ID – PT Celindo Nickel (CN) harus berurusan dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sultra. Perusahaan tersebut di laporkan atas dugaan penggelapan Ore Nickel milik PT Mako Internasional (MI).

Emil Nurjaddin selaku pihak yang diberi kuasa oleh PT MI mengatakan, pihaknya telah melaporkan PT CN ke Polda Sultra sejak Kamis 26 Desember 2019 kemarin.

“Ada 12 metrik tone cargo ore kami yang diduga di gelapkan PT CN dan saat ini sudah di tangani oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sultra. Bahkan mereka sudah melakukan pengecekan serta oleh TKP dan pemeriksaan terhadap empat saksi,” ungkapnya, Sabtu 4 Januari 2020.

Dijelaskannya, PT CN memang merupakan pemilik cargo ore sebanyak 55 metrik ton, yang berada di Desa Morombo, Konut. Namun barang milik PT CN tersebut telah di berikan kepada PT MI sebagai pengganti uang yang ditransfer ke rekening panampung.

“Kami bekerja sama dengan PT CN selaku penjual cargo ore dan PT Tiran Indonesia selaku pemilik kuota. Sebagai Bayer, kami telah membayar 90 persen cargo ore sejumlah 55 ribu metrik ton kepada PT CN dan itu sudah kami transfer ke rekening tampungan. Sedangkan perjanjian kita tiga kali pengapalan,” ujarnya

Pengapalan pertama yang dilakukan tidak terjadi masalah, namun pada saat memasuki pengapalan ke dua, sebagai perusahaan yang memiliki kuota, PT Tiran dengan sepihak membatalkan kerjasama, sedangkan PT MI telah membayar cargo ore tersebut. Sehingga 55 metrik ton cargo ore nikel yang berada di stok file Jetty PT Bososi yang telah di bayar oleh PT MI pun tidka dapat diangkut.

“Perusahaan kami sudah bayar 90 persen atas ore itu, karena perjanjian kontraknya di batalkan oleh PT Tiran, maka kami meminta uang yang sudah kami transfer ke rekening penampung agar dikembalikan oleh PT CN,” katanya.

Karena perusahaan itu tidak dapat mengembalikan uang yang sudah digunakannya, maka PT CN menggantinya dengan 55 ribu metrik ton cargo ore miliknya. Akan tetapi sejumlah cargo ore yang diberikan oleh PT CN tidak mencukupi dengan jumlah uang yang telah digunakannya, perusahaan melalui Direktur-nya Sirajudin N Aslam pun membuat surat pernyataan akan menambahkan ore nikel sebanyak 10 ribu metrik ton. Sehingga total ore nikel milik PT Mako internaisional berjumlah 65 ribu metrik ton.

“Belakangan secara diam diam PT CN menjual 12 ribu metrik ton ore nikel tanpa sepengetahuan kami, sehingga kami merugi Rp 2 miliar,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang berhasi dikumpulkannya, 12 ribu metrik ton ore nikel itu ternyata telah di jual ke PT Tiran, dengan nama kapal MV Yangtzee Alpha.

“Informasi yang saya kumpulkan, 12 ribu itu dimuat di kapal MV Yangtzee Alpha milik PT Tiran,” ungkapnya.

Untuk itu ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penyidik untuk mengusut tuntas kasus dugaan penggelapan cargo ore miliknya.

“Kami menyerahkan proses hukumnya ke Polda Sultra,” pungkasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.