BannerDepan

Diduga Jadi Penadah Nikel Ilegal, Ampuh Sultra Minta APH Periksa Pimpinan PT KPN

Kendari, Sultrapost ID – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta kepolisian segera memeriksa pimpinan PT KPN, karena diduga menjadi penadah Ore Nikel Ilegal yang berasal dari Eks Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Kembar Emas Sultra (KES) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan sebagai salah satu perusahan trading, PT KPN melakukan pengangkutan Ore Nikel dari hasil penambangan ilegal di eks IUP PT KES.

“Kami minta agar pihak Tipidter Dirreskrimsus Polda Sultra segera memanggil dan memeriksa saudara IJ selaku pimpinan PT KPN terkait dugaan pengangkuta Ore Nikel yang diduga dari hasil penambangan ilegal di eks IUP PT. KES Konsel,” tegasnya, Sabtu 30 Juni 2023.

Dijelaskannya, IUP PT KES telah di cabut oleh pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu, sehingga itu menurutnya tidak di benarkan ada aktivitas penambangan apapun di wilayah tersebut.

“Ironisnya, salah satu perusahaan trading justru diduga memanfaatkan situasi dan melakukan pengangkutan Ore Nikel dari hasil penambangan ilegal di eks IUP PT KES. Ini merupakan kejahatan yang sangat terstruktur, kok bisa masih juga ada yang berani menadah Ore dari lokasi yang notabenenya adalah milik pemerintah,” jelasnya.

Sehingga itu dia meminta Dirreskrimsus Polda Sultra segera memanggil dan memeriksa pimpinan PT KPN inisial IJ yang diduga sebagai penadah Ore Nikel dari hasil penambangan di eks IUP PT KES.

“Tidak hanya itu, mereka juga harus segera turun ke lokasi untuk menagkap para penambang ilegal sekaligus menghentikan seluruh aktivitas mereka di eks IUP PT KES.

Lanjutnya, Polda Sultra tidak mengindahkan apa yang menjadi tuntutan merek, maka pihaknya akan turun melakukan aksi demonstrasi.

“Kalau ini dibiarkan berlarut, maka nantinya akan berdampak pada kerugian daerah maupun negara. Sehingga jika tidak segera dilakukan penindakan, maka kami akan turun melakukan aksi protes di Mapolda Sultra,” tutupnya

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.