Diduga Korupsi Dana Desa, Kades di Bombana Ditahan

Bombana, Sultrapost.Id – Diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran tahun 2017, Kepala Desa (Kades) Pomontoro kecamatan Mata’oleo kabupaten Bombana ALDN (Inisial) ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II Kendari.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Bombana AKP Sofwan Rosyidi, SIK., menjelaskan, penahanan tersangka (ALDN, red) dilakukan karena berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana.

“Tersangka tersangkut dalam perkara pidana Korupsi penyalahgunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa  (ADD) Tahun Anggaran 2017,” ungkapnya.

Menurutnya, ALDN ditetapkan tersangka sejak tanggal 15 Oktober 2018 lalu, empat hari setelah dilakukan gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sultra.

“Tanggal 25 Oktober 2018, berkas perkara tersangka, kita serahkan kepada jaksa untuk dilakukan penelitian. Tanggal 5 November 2018 berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap dengan nomor P21 : B-093/R.3.20/Fd.1/11//2018,” kata AKP Sofwan Rosyidi.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil audit Inspektorat kabupaten Bombana, Negara mengalami kerugian sebesar Rp. 339.116.509, dengan 12 item pekerjaan yakni; (1) Pembangunan jalan usaha tani; (2) Pengadaan bibit Nilam; (3) Pembangunan saluran irigasi; (4) Pemeliharaan, perbaikan rumah tdk layak huni; (5) Pembangunan pagar TK; dan (6) Pembuatan tempat pengasapan kopra.

Kemudian (7) Pengadaan bibit Lombok; (8) Pengadaan pupuk urea; (9) Rehap perbaikan instalasi air; (10) Pekerjaan pondasi kantor Desa; (11) Pengadaan mobiler kantor desa; dan yang terakhir (12) Kegiatan pembinaan kesenian sosial.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ALDN dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sumber: Tribrata News Polres Bombana

Editor: Leros

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.