BannerDepan

Diduga Lindungi Tiga Saksi Kasus Perintangan, JKMS Jakarta Desak Kejagung Copot Kajati Sultra

Kendari, Sultrapost.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI didesak segera mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra), Patris Yusrian Jaya.

Pasalnya, institusi penegak hukum tersebut diduga melindungi tiga orang saksi perkara perintangan dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pertambangan, PT Antam Tbk di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Presidium Jaringan Komunikasi Mahasiswa Sulawesi Tenggara-Jakarta (JKMS-Jakarta), Ujang Hermawan mengatakan sampai saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak kunjung menghadirkan ketiga orang saksi dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

“Ada dugaan Kajati melindungi ketiga saksi itu. Karena sampai sekarang JPU tidak menghadirkan mereka, padahal majelis hakim sudah meminta,” ungkapnya Jumat, 24 November 2023.

Ironisnya lagi kata pria yang akrab disapa Ujang ini, beredarnya isu mengenai permintaan JPU kepada terdakwa AS untuk tidak lagi menyebut ketiga nama tetsebut dalam persidangan.

“Sebelum sidang tuntutan, JPU datang menemui AS di Lapas dan meminta agar nama ketiga saksi itu tidak lagi disebut-disebut dalam persidangan. Nah ini kami duga atas perintah dari Kajati,” ucapnya.

Untuk itu mereka mendesak Kejagung RI, agar segera mencopot Kajati Sultra, Patris Yusrian Jaya.

Asintel Kejati Sultra, Ade Hermawan.

Sementara itu, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Ade Hermawan yang dikonfirmasi sebelumnya mengaku jika pihaknya sudah berupaya untuk menghadirkan ketiga orang saksi tersebut, namun terkendala dengan alamat tempat tinggal mereka.

“Terdakwa AS hanya menyebutkan kota tempat tinggal mereka, ada yang di Bogor, Tebet, nah yang bersangkutan tidak menyebutkan alamat detailnya,” ujarnya.

Lanjut Ade Hermawan, meskipun ketiganya disebut dalam persidangan akan tetapi tidak wajib dihadirkan oleh JPU.

“Tahapan penuntutannya kan terus berjalan dalam sidang dan pembuktian adanya dugaan perintangan terdakwa AS itu sudah cukup,” pungkasnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.