BannerDepan

Diduga Menambang Tanpa Izin, Dua Perusahaan Tambang di Morombo Pantai di Gugat

Kendari, Sultrapost.ID – PT Makmur Lestari Primatama (MLP) dan PT Astima Konstruksi (ASKON) kini harus berhadapan dengan meja hijau. Kedua perusahaan yang beroperasi di Desa Moromnbo Pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konut itu di gugat di Pengadilan Negeri (PN) Unaaha, lantaran di duga melakukanb aktivitas  penambangan di dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Masempo Dale (MD) tanpa izin.

Kuasa Hukum PT MD, Andre Darmawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 19 April 2019 mengatakan pihaknya telah melayangkan gugatan ke PN Unaaha sejak 28 Maret 2019, dengan register nomor: 8/Pdtg/2019/PN Unaaha.

“Jadi mereka masuk menambang, mengambil ore di dalam PT MD tanpa izin pemilik IUP. Kemudian mereka mengapal tidak pake dokumen PT MD, tapi pake dokumen perusahaan lain,” ungkapnyam

Lanjut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sultra mengungkapkan, sejauh ini pemilik IUP belum melakukan aktivitas penambangan, dikarenakan belum memeiliki RKAB, KTT dan Jaminan Reklamasi.

“Sementara didalam IUP PT MD itu sudah ada surat dari Dinas ESDM Sultra, bahawa tidak boleh ada kegiatan penambangan. Karena belum memiliki RKAB, KTT dan jaminan Reklamasi-nya,” ucapnya.

Akan tetapi kedua perusahaan tersebut berani melakukan aktivitas penambangan tanpa izin, sehingga kliennya mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

“Nah kalau sampai hari ini mereka masih menambang, itu atas izin siapa dan atas kewenangan siapa. Itulah yang kami permasalahkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain di gugat perdata oleh kuasa hukum pemilik IUP, PT MLP serta ASKON juga sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Sultra, oleh empat lembaga yakni HIPPMA Konut, HMI Cabang Kendari, SYLVA Indonesia dan AMPUH Sultra atas dugaan kejahatn pertambangan.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.