BannerDepan

Diduga Serobot Lahan Warga, PT Jhonlin Bakal di Seret ke DPRD Bombana

Bombana, Sultrapost.id – PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM) merupakan satu dari empat perusahaan besar di Bombana, yang diketahui belum membayar retribusi pajak IMB-nya ke Pemerintah Daerah (Pemda).

Ironisnya, belum juga usai persoalan tersebut, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tebu yang terletak di Kecamatan Lantari Jaya itu malah kembali buat ulah. Kali ini JBM di adukan ke DPRD Bombana, lantaran di duga melakukan penyerobotan lahan warga di Desa Langkowala.

Hal tersebut di ungkapkan anggota DPRD Bombana, Rumianto. Kata dia, pihaknya mendapat aduan dari warga Langkowala, mengenai upaya pengambilan lahan masyarakat yang dilakukan oleh PT. JBM.

“Pihak perusahaan tiba-tiba saja melakukan penggusuran di lahan warga, dengan menggunakan alat berat. Ironisnya, sudah dua kali melakukan penggusuran tanpa ada konfirmasi kepada para pemilik lahan,” ungkapnya.

Lanjutnya, kepada warga, pihak perusahaan mengaku telah membeli lahan-lahan tersebut dari seseorang yang enggan mereka sebutkan namanya. “Ini baru satu aduan. Belum lagi aduan masyarakat tentang karyawan-karyawan yang diberhentikan sepihak oleh perusahaa,” ucapnya.

Untuk itu kata dia, dirinya akan meminta Pimpinan DPRD, agar segera mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan memanggil tpihak-pihak terkait seperti PT. JBM, Kades Langkowala, Camat Lantari Jaya, Perwakilan warga dan oknum yang disebut telah memperjualbelikan lahan tersebut

“Saat ini DPRD Bombana, sedang konsentrasi pada pembahasan anggaran. Setelah pembahasan anggaran rampung, saya minta Pimpinan untuk segera mengagendakan hearing. Karena sebagai anggota DPRD, terlebih lagi saya berasal dari wilayah Rarowatu dan pemekarannya, saya akan tindaklanjuti aduan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk di ketahui, hingga berita ini terbit, pihak PT. Jhonlin yang di hubungi melalui telepon selulernya pukul 21.09 wita, tak kunjung memberikan konfirmasi.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.