Disnakertrans Bombana Tegaskan, 544 Tenaga Kerja Masih Sah Berstatus Karyawan di PT. SSU

Bombana, Sultrapost.Id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bombana, memastikan bahwa 544 tenaga kerja PT. Surya Saga Utama (SSU) yang di PHK, masih berstatus karyawan yang sah.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Seksi (Kasi) Penyelesaian Perselisihan Disnakertrans Bombana, Ahmad Edhy Maidy. Kata dia, apa pun dalil perusahaan, berdasarkan aturan 544 tenaga kerja tersebut masih tetap diakui sebagai karyawan yang sah.

“Apapun alasannya yang jelas PHK massal itu tidak resmi dan 544 tenaga kerja PT. SSU masih sah sebagai karyawan dan menerima haknya,” tegasnya, Senin 3 Desember 2018.

Dijelaskannya, dalam pasal 152 ayat 1 UU nomor 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja, penetapan PHK harus diajukan secara tertulis kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang disertai alasan yang menjadi dasarnya.

“Di pasal 155 ayat 1 juga ditegaskan bahwa PHK tanpa penetapan, itu batal demi hukum. Kemudian diperkuat lagi di ayat 2, dimana selama putusan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial belum ditetapkan, baik pengusaha maupun pekerja/buruh harus tetap melaksanakan segala kewajibannya,” jelasnya.

Begitu pula, lanjutnya, jika perusahaan pemurnian nickel itu melakukan PHK dengan alasan mengalami kerugianpun atau melakukan efisiensi, dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja berdasarkan pasal 164 ayat 3, tetap harus mengacu pada putusan Mahkama Konstitusi (MK), Nomor 19/PUU-IX/2011.

“Pada judicial review MK sudah menyatakan bahwa pasal 164 ayat 3 bertentangan dengan UUD 1945, sepanjang frasa “perusahaan tutup” tidak dimaknai perusahaan tutup permanen atau perusahaan tutup tidak untuk sementara waktu itu tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Jadi apapun alasannya 544 tenaga kerja itu masih sah sebagai karyawan di PT. SSU,” pungkasnya.

Laporan: Erwin
Editor: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.