Distribusi SIM Selama Operasi Patuh Anoa di Kendari Melonjak Tiga Kali Lipat

Kendari, Sultrapost.ID-Pendistribusian Surat izin Mengemudi (SIM) di wilayah Satuan lalu lintas (Satlantas) Kepolisian resor (Polres) Kendari, melonjak 3 kali lipat hingga 3200 keping di pekan pertama pelaksanaan operasi patuh anoa 2019.

Lonjakan permintaan SIM ini diprediksi akan terus berlangsung hingga akhir pelaksanaan operasi patuh anoa, 12 september mendatang.

“Permintaan membludak. Kalau hari biasanya, per hari itu maksimal 80 lembar, selama operasi ini naik sampai 260 lembar perhari, kemungkinan bakal naik lagi,” kata Kepala unit (Kanit) Registrasi dan identifikasi (Regident) Polres Kendari, IPDA Ajeng Nur Anisa, Sabtu (31/8/2019).

Ajeng mengatakan, pemohon SIM didominasi oleh pemohon kategori SIM kendaraan roda dua (SIM C), disusul pemohon kategori kendaraan roda empat (SIM A), SIM khusus bus,kendaraan alat berat dengan beban lebih dari 1000 kg (SIM B), dan SIM khusus kendaraan bermotor (ranmor) penyandang cacat (SIM D).

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan itu, pelayanan dimaksimalkan dengan melibatkan 15 personil kepolisian dan staf administrasi. Masyarakat juga diberikan buku panduan khusus saat mengikuti uji teori dan praktek

Kanit Regident Polres Kendari, IPDA Ajeng Nur Anisa. Foto: Istimewa.

“Jadi karena kita sudah berbasis Wilayah Bebas Korupsi, tak ada pungli. Semua dilakukan sesua prosedur dan undang-undang yang berlaku,” kata Ajeng.

Sebelum mengajukan permohonan SIM, pemohon SIM diwajibkan untuk membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), melampirkan foto copy KTP, surat keterangan dokter sehat jasmani dan surat keterangan sehat rohani (Psikologi), serta membayar biaya administrasi sebesar Rp.100 ribu yang diperuntukkan bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

 

Laporan: Himeka Gayatri

Editor: Andri Ananta

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.