BannerDepan

Dokumen RKAB Diduga Cacat Hukum, Kejati dan Dinas ESDM Sultra Diminta Periksa PT GMS

 

Kendari, Sultrapost.ID – Dewan Perwakilan Masyarakat Untuk Hukum dan Pertambangan (DPM-Hutan) Kecamatan Laonti, meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Dinas ESDM Sultra, segera memeriksa PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS).

Pasalnya, dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) milik perusahaan tambang yang beroperasi di Site Area Amesiu Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itu di duga cacat hukum.

Ketua DPM-Hutan, Muhammad Roy mengatakan dirinya menduga jika persetujuan dokumen RKAB PT. GMS dilakukan tanpa melalui presentase kepada pihak-pihak terkait, sebagaimana prosedur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

“Dokumen RKAB milik PT. GMS itu cacat hukum, karena diduga pengesahan atau persetujuan RKAB tersebut dilakukan tanpa melalui presentase. Dalam dokumen itu juga tidak melampirkan RR. Padahal itu harus dimuat dalam dokumen RKAB oleh setiap perusahaan pertambangan,” ungkapnya, Minggu 21 Juni 2021.

Lanjut Roy, belum lagi dokumen RKAB perusahaan tersebut tidak di realisasikan dengan baik. Salah satunya terkait dengan pelaksanaan reklamasi yang sampai saat ini tidak dilakukan.

“Untuk itu kami mendesak Kejati Sultra dan Dinas ESDM Sultra untuk melakukan peninjauan ulang terhadap dugaan pelanggaran tersebut, serta menghentikan aktifitas PT. GMS,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan warga Kecamatan Laonti, Widarja. Dirinya meminta agar instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT. GMS. Sehingga aktifitas pertambangan yang dilakukan berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku

“Kejati dan instansi terkait lainnya terkhusus Dinas ESDM Sultra harusnya segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran dalam dokumen RKAB yang dimaksud,” ucap Widarja.

Diketahui sebelumnya bahwa PT. GMS sempat disoroti akibat aktifitasnya yang mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan di wilayah perairan sekitar site PT. GMS hingga wilayah Desa Sangi-sangi dan Tue-tue.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.