Lima Tahun Berkarya, Dewan Periode 2014-2019 Tetapkan Puluhan Perda
BOMBANA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang melaksanakan fungsi-fungsi pemerintah daerah
Jelang Masa Akhir Jabatan, DPRD Bombana Periode 2014-2019 Tetap Konsisten Kawal Pembangunan
BOMBANA – Masa Bhakti anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana periode 2014-2019 akan berakhir pada bulan

DPRD Bombana; Menyerap Kemajuan Lintas Daerah Melalui KAD

0
Ketua DPRD Bombana Andi Firman (tengah), Wakil Ketua DPRD Bombana Ahmad Mujahid (kedua dari kiri), Anggota DPRD Bombana Juntas (ujung kiri) dan sejumlah pimpinan OPD dalam satu kegiatan di kabupaten Bombana.

BOMBANA, Sultrapost.com – Dalam mengemban fungsi legislasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, mengagendakan jadwal rutin tahunan pelaksanaan Kajian Antar Daerah (KAD).

Dalam mengawal proses DPRD Bombana akan menjajaki perbandingan Pembangunan atau pertumbuhan yang terjadi di semua sektor, serta menjajaki sektor strategis (propulsive sektor) sehingga dapat diadaptasi untuk menjadi acuan merefleksikan proses pembangunan di Bombana.

Dua daerah menjadi fokus pelaksanaan Kajian Antar Daerah tersebut, yakni Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, dan Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan.

Kajian Antar Daerah (KAD) DPRD Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan tanggal 10 sampai dengan 15 Juli 2017 lalu, menjajaki sejumlah topik regulasi penyelenggaraan pembangunan di Kota Tangerang Selatan.

Secara umum, Tangerang Selatan sebagai kota besar di Banten memiliki tingkat perekonomian yang cukup maju, wilayah yang masih bergabung dengan Tangerang, memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tangerang Selatan berjumlah Rp 309 Miliar pertahunnya atau 60% dari PAD seluruh daerah Kota Tangerang yang membuat Tangerang Selatan layak untuk menjadi kota sendiri dan lepas dari Tangerang.

Berdasarkan data PDRB tahun 2007, struktur ekonomi Tangerang Selatan didominasi oleh sektor lapangan usaha pengangkutan dan komunikasi (30,29%) dan perdagangan hotel dan restoran (26,81%). Sektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar adalah jasa-jasa (17,39%) dan bank, persewaan dan jasa perusahaan (15,40%). Lima sektor lain masing-masing memberikan kontribusi di bawah 10%. Struktur ekonomi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Tangerang Selatan didominasi oleh sektor tersier, yaitu pengangkutan dan komunikasi, perdagangan hotel dan restoran, jasa-jasa dan bank, persewaan dan jasa perusahaan, yang memberikan kontribusi hampir 90%. Sektor sekunder (industri pengolahan; listrik, gas dan air bersih, dan konstruksi) memberikan kontribusi 8,76%, dan sektor primer (pertanian, pertambangan dan penggalian) hanya memberikan kontribusi kurang dari 2%.

Dalam agenda KAD DPRD Bombana di Kota Tangerang Selatan, rombongan anggota DPRD Bombana yang dipimpin oleh Ketua DPRD Bombana, And Firman, dijajaki sejumlah regulasi pembangunan kota Tangerang Selatan yang meliputi, Penyusunan Rancangan Perda tentang Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), Penyusunan Rancangan Perda tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Penyusunan Rancangan Perda tentang Penyelenggaraan Pariwisata, Penyusunan Rancangan Perda tentang Pengelolaan Sampah Terpadu, Penyusunan Rancangan Perda tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2017, dan lain-lain.

# Jajaki Sektor Strategis di Takalar

Pada momen yang sama, anggota DPRD Bombana yang dikoordinir Wakil Ketua DPRD Bombana Drs Ahmad Mujahid juga melakukan Kajian Antar Daerah (KAD) di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan.

Rombongan KAD ini melakukan pertemuan antara dengan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Takalar serta Sekretaris DPRD Kabupaten Takalar bersama jajarannya, dan didampingi sejumlah intansi terkait di Kabupaten Takalar. Secara umum, Kabupaten Takalar terdiri dari 9 Kecamatan dan 82 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk + 252,275 jiwa. Selain itu Pimpinan DPRD Kabupaten Takalar menyampaikan pula potensi-potensi strategis yaitu wisata alam, wisata bahari, wisata budaya dan sejarah serta agrowisata dan potensi-potensi strategis lainnya yang ada di Kabupaten Takalar.

Sejumlah regulasi pembangunan daerah yang ditelorkan anggota DPRD Takalar juga menjadi bahan refleksi kunjungan kerja ini, antara lain, Peraturan Daerah tentang Bantuan Hukum kepada Masyarakat Miskin, Peraturan Daerah tentang Bebas Baca Tulis Al-Qur’an, Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah Terpadu, Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Pariwisata serta Perda – Perda lain yang telah di berlakukan di Kabupaten Takalar.

“Kami melakukan sharing program dan produk legislasi Dewan untuk menjadi acuan mendorong regulasi yang efektif sesuai potensi Kabupaten Bombana,”kata Ahmad Mujahid.

# Bombana Menjadi Kiblat Pembangunan Sektor Kesehatan Masyarakat

Setelah KAD di Tangerang Selatan dan Kabupaten Takalar, DPRD Bombana juga menerima kunjungan, Komisi IV DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin (14/8/2017). Kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bombana, Provinsi Suwalesi Tenggara dilaksanakan, untuk belajar tentang Program Satu Desa Satu Perawat.

Rombongan Komisi IV DPRD Madina ini, terdiri atas Hatta Usman Rangkuti, Erwin Efendi Lubis, Irfan Sukri Tanjung, H Amiruddin, dan Dra Hj Melati Nur. Mereka, disambut 9 Anggota DPRD Bombana, termasuk Heryanto Anggota DPRD Bombana yang juga Ketua DPW PPNI Sulawesi Tenggara. Unsur SKPD Bombana yang terkait juga hadir diantaranya Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan Bombana, dan Kepala Badan PMD Bombana.

Ketua Komisi IV DPRD Madina Hatta Usman Rangkuti, mengaku tertarik dengan program Satu Desa Satu Perawat yang digagas oleh PPNI Sulawesi Tenggara.

“Program ini menarik karena anggarannya bersumber dari Dana Desa, dan desa juga yang menerima manfaat dari kehadiran perawat di desannya,”kata Hatta Usman Rangkuti.

Senada, Ketua DPW PPNI Provinsi Sulawesi Tenggara, Heryanto menegaskan, tujuan program Satu Desa Satu Perawat untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar di pedesaan dalam rangka mendorong terwujudnya kesehatan masyarakat pedesaan. (Pariwara/Advertorial)

Rombongan KAD Kota Tangerang Selatan:

ANDI FIRMAN, SE.,M.Si (Ketua DPRD)
AMIADIN, SH (Wakil Ketua DPRD)
ABD. RAUF, S.IP (Ketua TIM KAD)
HERYANTO, SKM (Sekretaris TIM KAD)
HASRAT, SH (Ketua Komisi I)
JUNTAS, S.IP (Ketua Komisi III)
Drs. H.RASYID (anggota)
AHMAD YANI, S.Pd.,M.Si (anggota)
ARSYAD, S.Pd (anggota)
SUDIRMAN P, S.Pd.I (anggota)
SYUKUR, S.IP (anggota)
ANWAR, SH (anggota)
MUSRIF (Anggota)
RUMIYANTO, S.Pd (Anggota)
ABDUL JALIL (Anggota)
SURITMAN, S.Pd (Anggota)

Rombongan KAD Kabupaten Takalar:

Drs. AHMAD MUJAHID (Wakil Ketua DPRD Bombana)
H. RUSDI, SE (Ketua TIM KAD)
ANDI WAWAN IDRIS, S.Sos.,M.Si (Sekretaris TIM KAD)
H. AMBO RAPPE, A.Mt (Anggota)
Hj. ANDI NIRWANA.S, SP.,MM (Anggota)
SUKMAWATI DARWIS, S.Pi.,MM (Anggota)
MAKMUR, S.IP (Anggota)

(Pariwara/Advertorial)