Dua Aleg Bombana Sebut Diri Malu Berlembaga

Bombana, Sultrapost.ID – Sejatinya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah lembaga yang memiliki tugas dan fungsi pengawasan, selain sebagai fungsi anggaran dan legislasi.

Sebab, saat ini Bombana sedang membutuhkan keseriusan dalam hal peningkatan infrastruktur, utamanya didaerah pelosok hingga kepulauan.

Beberapa waktu lalu di Pulau Kabaena, demi memuluskan jalan, warga rela mengeruk isi kantung dan gotong royong untuk memperbaikinya, tepatnya dijalan penghubung desa Rahadopi dan kelurahan Teomokole kecamatan Kabaena.

Menurut Amiadin, Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Bombana, hal itu membuatnya malu sebagai penyambung aspirasi rakyat, sebab dilembaga tempat ia bekerja saat ini tidak bisa berbuat banyak.

“Saya malu berlembaga, mestinya lembaga ini harusnya sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” katanya, Kamis 19 Maret 2020.

Peritiwa itu harusnya menjadi tamparan bagi unsur penyelenggara pemerintah, entah itu Pemerintah Daerah (Pemda) maupun DPRD.

“Sudah sepantasnya kita malu atas hal itu, masa masyarakat mengambil tanggungjawab pemerintah,” sambung politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Andi Firman, politisi Partai Amanat Nasional (PAN). Katanya, kebutuhan mendasar seperti perbaikan dan peningkatan jalan adalah hal yang sangat prioritas untuk diperhatikan.

Namun ketika masyarakat sudah harus bergotong royong memperbaiki itu, berarti masyarakat terkesan kurang mempercayai lagi pemerintah.

“Saya juga ikut malu dengan kondisi ini, harusnya kita berbuat banyak untuk masyarakat,” tambah anggota DPRD Bombana dua periode itu.

Laporan: Adi

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.