BannerDepan

Dua Anggota Polres Muna Dipecat Tidak Hormat, Salah Satunya DPO

Muna, Sultrapost.ID – Pelanggaran kode etik yang dilakukan dua personel anggota Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir dengan Pemberhentikan Dengan Tidak Hormat (PDTH).

Mereka adalah Brigadir Budi Wahayu yang terakhir bertugas di SPKT Polres Muna terlibat kasus pencurian sapi dan Bripda Asri dari Polsek Kulisusu diketahui absen selama setahun.

Kapolres Muna, AKBP. Agung Ramos Paretongan Sinaga menjelaskan, sebelum dilakukannya PDTH sudah melalui sidang kode etik dan keduanya terbukti melakukan pelanggaran.

“Kita tidak ingin citra Kepolisian menjadi buruk di mata publik hanya karena perbuatan mereka yang tidak bertanggungjawab. Makanya kita berhentikan dengan tidak hormat,” ungkapnya, didampingi Wakapolres, Kompol Yusuf Mars, Jum’at, 11 Januari 2019.

Untuk Brigadir Budi Wahayu, saat ini masih berstatus buron dan sudah tidak berstatus sebagai Polisi lagi, sehingga pihaknya menetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ia mengaku, lanjut pria dua melati dipundaknya itu, tidak akan segan dalam menindaki bilamana anggotanya melakukan pelanggaran. Apalagi, soal kasus pencurian sapi yang melibatkan Brigadir Wahayu dan pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap mantan anggotanya.

“Proses hukumnya akan tetap berjalan, saat ini pelaku belum ditemukan dan masih dalam pengejaran,”tandasnya.

Untuk diketahui Bripda Asri menjabat sebagai anggota Kepolisian dengan masa dinas sejak 1 juli 2003 sampai 11 januari 2019, sedangkan Brigadir Budi Wahayu masa dinasnya sejak 31 desember 1998 hingga 11 januari 2019.

Penulis: Ison

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.