Dua Caleg PKS Asal Sultra Jalani Sidang Perdana Dugaan Pelanggaran Pemilu

Kendari, Sultrapost.ID – Dua Caleg terdakwa kasus dugaan pelanggaran Pemilu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulkhani dan Riki Fajar menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, 23 Selasa 2019.

Caleg DPRD Provinsi Sultra dan DPRD Kota Kendari itu, hadir hadir dengan didampingi kuasa hukumnya, Samiru SH dan beberapa kerabat.

Dalam sidang yang berlangsung sekitar pukul 15.30 Wita, kedua caleg tersebut menyatakan tidak keberatan atas segala dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait dugaan pelanggaran pemilu.

Dimana dalam dakwaannya, JPU menyebutkan ke dua caleg tersebut berada di rumah warga miliki Margono yang mana terlebih dahulu datang ialah Riki Fajar, kemudian di susul oleh Sulkhani.

Usai dakwaannya di bacakan JPU, Hakim Ketua, Andri Wahyudi kemudian  menanyakan kepada Sulkhani dan Riki Fajar apakah keberatan atau tidak. Ke duanya pun berkonsultasi dengan kuasa hukumnya dan menjawab tidak keberatan.

Karena ke dua terdakwa menyatakan tidak keberatan, sidang lalu di tutup oleh majelis hakim dan akan dilanjutkan Rabu 24 April 2019  pukul 09.30 Wita dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Di temui usai sidang, JPU Muhammad Jufri Tabha mengatakan keduanya didakwa dengan pasal 493 jo pasal 280 ayat 2 huruf f jo pasal 55 ayat 1, UU no 7 tahun 2017 tentang pemilu.

“Maksimal 1 tahun,” kata Muhammad Jufri Tabha.

Sementara itu, Suklhani caleg DPRD Provinsi Sultra saat dikonfirmasi oleh awak media enggan untuk berkomentar. Dirinya mengarahkan awak media untuk mengkofirmasi persoalan yang menimpanyatersebut ke kuasa hukumnya.

“Kalau yang lain boleh, tapi kalau untuk kasus saya sama penasehat hukum saya,” singkat Sulkhani.

Ditempat yang sama, Samiru mengatakan mengenai beberapa barang bukti serti Alat Peraga Kampanye (APK) yang ditemukan di rumah Margono, pihaknya masih belum mengetahui dari mana APK itu berasal.

“Sampai sekarang kita itu tidak tahu datangnya dari mana Alat Peraga Kampanye, sekarangkan masih dakwaan, nanti kita akan buktikan apakah itu (APK) memang dari Pak Sulkhani atau Pak Riki yang bawa atau memang sudah ada disana saat kejadian,” katanya.

Mengenai kehadiran Camat Poasia, La Mili, Samiru mengungkapkan kehadiran La Mili hanya untuk memastikan kondisi jalan yang ada di Jalan Turikale.

“Pak Camat itu datang untuk memastikan kondisi jalan yang ada di lorong Turikalle,” ungkapnya.

Laporan: Aidil

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.