Duka Mendalam Turut di Rasakan Keluarga Pelaku Pembunuhan Istri Sendiri

Kendari, Sultrapost.ID – Duka cita yang mendalam atas insiden pembunuhan Wa Mia (35) yang terjadi di Lorong Laremba, Jalan Mekar, Kelurahan Kadia, Kota Kendari pada Jumat 14 Agustus 2020 kemarin rupanya turut dirasakan oleh keluarga pelaku.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rini Primayanti yang merupakan kaka kandung dari pelaku pembunuhan berinisial MS yang tidak lain adalah suami korban.

Kata dia, Ia beserta keluarga sangat kaget dan terpukul setelah mengetahui MS tega menghabisi nyawa istrinya sendiri. Sebab dimata keluarga, Wa Mia merupakan sosok yang dikenal baik dan disayangi.

“Sedih dan sangat kehilangan sosok korban yang selama ini dikenal baik, disayangi dan begitu dekat serta sangat akrab ditengah-tengah keluarga suaminya (pelaku),” ungkapnya, Sabtu 16 Agustus 2020.

Peristiwa tragis tersebut tentu bukanlah hal yang diinginkan dan dikehendaki oleh semua pihak baik keluarga korban maupun keluarganya.

“Bahwa kami dan segenap keluarga pelaku mengucapkan bela sungkawa dan duka yang mendalam atas meninggalnya korban,” ucapnya.

Dijelaskannya, MS memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak tahun 2016. Bahkan saat itu ia bersama suami sempat membawa pelaku ke dokter dokter praktek spesialis penyakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dokter jiwa menyampaikan bahwa pelaku mengidap gangguan kejiwaan. Saat itu dokter hanya memberikan obat-obatan untuk selalu dikonsumsi oleh pelaku secara terus menerus,” jelasnya.

Namun karena tak kunjung sembuh dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atas memburuknya kondisi kejiwaan pelaku, maka dia awal tahun 2019 MS akhirnya di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari untuk dirawat secara intensif.

“Ia mendapat perawatan selama kurang lebih tiga bulan, karena saat itu keadaan MS dilihat sudah agak membaik, akhirnya pihak rumah sakit mengijinkan pelaku untuk dibawa pulang dengan tetap dilakukan pengobatan dan rawat jalan,” ujarnya.

Lanjut Rini mengatakan, meski pun MS memiliki riwat gangguan jiwa, namun peristiwa tragis yang terjadi itu tetap harus di proses hukum. Sehingga itu ia beserta keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian Polres Kendari sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Saat ini peristiwa tersebut telah ditangani oleh pihak berwajib, maka kami menyerahkan sepenuhnya penanganan dan proses hukumnya kepada aparat kepolisian yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dengan tidak mengabaikan fakta hukum yang menyertainya,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.