BannerDepan

Dukung Aktivitas PT. Bososi, Puluhan Masyarakat Langkikima Sambangi Kantor DPRD Sultra

Kendari, Sultrapost.ID – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Langkikima (AML) Kabupaten Konawe Utara (Konut) berdemonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra, Rabu 6 Maret 2018.

Aksi itu dilakukan lantaran geram terhadap ulah salah satu lembaga, kerap mengatasnamakan masyarakat lingkar tambang dalam melakukan aksi soal adanya dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan PT Bososi Pratama.

Budianto, dalam orasinya mengatakan bahwa masyarakat Konut, khususnya yang berada di sekitar lokasi aktifitas pertambangan itu, merasa tersinggung dengan kehadiran sekelompok orang yang memgatasnamakan masyarakat, namun tak diketahui domisilinya.

“Bisa jadi mereka bukan masyarakat asli di sana. Karena sejak masuknya PT Bososi di kampung kami, sangat membantu perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Sehingga tidak mungkin warga asli disana tidak paham bagaimana keadaan sosial, budaya dan ekonomi setelah kehadiran perusahaan pertambangan,” ungkapnya.

Lanjut pria yang kerap disapa Budi, selain itu dirinya menganggap jika gugatan oleh lembaga tersebut kepada PT Bososi tidak substansial dan obyektif.

“Persoalan PT Bosos, dalam konteks pelanggaran ilegall mining sebagaimana yang di informasikan di publik, sebetulnya sudah di selesaikan pada Bulan Desember lalu oleh gubernur melalui dinas ESDM Sultra. Jadi seharusnya lembaga itu, klarifikasinya ke instansi terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Karena mereka lebih berwenang secara konstitusional,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Hendro. Kata dia, soal tudingan kepada PT Bososi terkait penambangan ilegal di dalam kawsan hutan negara tanpa mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) itu, tidak memiliki data yang vailid.

“Yang berhak mengeluarkan pernyataan apakah pertambangan tersebut berada didalam kawasan hutan negara atau tidak memiliki IPPKH adalah dinas kehutanan itu sendir. Sehingga menurut kami sebagai masyarakat murni Konut yang berada di lokasi pertambangan PT. Bososi, menduga bahwa teman teman tersebut salah alamat. Seharusnya ke dinas ESDM dan Dinas Kehutanan Provinsi,” ucapnya.

Dalam aksinya, AML menyampaikan mendukung dan mengawal aktivitas PT Bososi Pratama dalam mensejahterahkan masyarakat Langgikima. Mereka juga meminta kepada semua pihak khususnya masyarakat yang bukan berasal dari Langgikima atau Kabupaten Konut, untuk tidak melakukan provokasi kepada masyarakat.

“Kami juga menghimbau PT. Bososi Pratama untuk tetap beraktifitas seperti biasa tanpa terpengaruh dengan adanya gugatan dari sekelompok orang yang bukan berasal dari Konut. Selain itu kami juga berharap kepada pemerintah daerah hingga provinsi, untuk mendukung perusahaan ertambangan yang pro rakyat seperti PT. Bosisi Pratama.

Laporan: Aidil.

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.