BannerDepan

Empat Perusahaan Tambang dan Perusahaan Perkebunan Tebu di Konut Segera di Lapor ke KPK dan Mabes Polri

Kendari, Sultrapost.ID – Kabupaten Konawe Utara (Konut) menjadi salah satu daerah yang dilirk oleh para investor asing. Dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, tak sedikit dari mereka berinvestasi di bidang pertambangan.

Sayangnya beberapa perusahaan yang saat ini tengah beroperasi di Bumi Kona Sara itu diduga mengabaikan bahkan menabrak berbagai aturan yang ada. Padahal regulasi tentang pengelolaan Sumber Daya Mineral dan Batu Bara pertambangan sudah sangat jelas dan tegas.

Seperti empat perusahaan yang bakal di laporkan ke Mabes Polri, Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kementrian ESDM serta Kementrian Lingkungan Hidup oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPUH-Sultra).

“Lima perusahaan itu ialah PT DAKA,  PT Paramita,  PT Rosini, dan PT KMS,” ungkap Direktur Ampuh-Sultra, Hendro Nilopo saat ditemui Senin 22 April 2019.

Kata dia, beberapa perusahaan pertambangan itu terkesan mendapat sikap ekslusif dari pemerintah dan penegak hukum, sehingga pelanggaran-pelanggaran yang nampak di depan mata luput dari jangkauan.

“Lima perusahaan tersebut  rata-rata melakukan pelanggaran dengan melakukan aktivitas hingga diwilayah kawasan hutan. Ada yang pelanggaran di kawasan hutan, dan ilegal mining,” jelasnya.

“Seperti PT KMS 27, tidak mempunyai laporan eksplorasi dan laporan studi kelayakan IUP operasi produksi, CnC-nya sudah dicabut dirjen minerba kementerian ESDM, tidak memiliki Kepala Teknik Tambang (KTT), tidak mempunyai RKAB, tidak memiliki pelabuhan sendiri (Jetty),” sambungnya.

Tak hanya empat perusahaan tambang tersebut lanjutnya, dirinya juga bakal melaporkan salah satu perusahan perkebunan di Konut.

“Pekan ini kita akan laporkan. Kami juga akan melaporkan PT AFN yang merupakan salah satu perusahaan perkebunan tebu,” pungkasya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.