FLLAJ Sultra Bahas Review PRMS 2021

Kendari, Sultrapost.ID – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi Sultra, lakukan pembahasan Review Provincial Road Management System (PRMS) yang berlangsung di Ruang Rapat Bidang FLLAJ Provinsi Sultra, Kamis 24 September 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 09.30 Wita itu dihadiri oleh 17 peserta yang terdiri dari unsur Bappeda Sultra, Dinas Perhubungan Sultra, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sultra, PIUC dan Pokja FLLAJ Sultra serta Konsultan Perencanaan.

Sekertaris FLLAJ Sultra, Awaluddin mengatakan, kegiatan ini sebagai dasar usulan program tahun anggaran 2021 yang telah tersedia serta dikonsultasikan dan disepakati dengan Bappeda serta FLLAJ.

”Materi yang dipaparkan dalam Review PRMS tahun 2021 ini disampaikan oleh konsultan perencana yang ditunjuk Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sultra,” ujarnya.

Kata dia, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan metode diskusi yang didahului dengan pemaparan oleh narasumber. Untuk selanjutnya dilakukan diskusi serta masukan terhadap paparan materi PRMS. Sehingga hasil penanganan PRMS tahun 2021 dimaksud dapat dimengerti dan dipahami oleh masing-masing

“Fasilitator pada kegiatan review PRMS ini adalah FLLAJ Sultra,” ucapnya.

Awaluddin menjelaskan, PRMS merupakan perangkat lunak yang digunakan penyelenggara jalan dalam penyusunan perencanaan, pemrograman dan penganggaran. Berbeda dengan aplikasi sebelumnya yang pernah ada, seperti Integrated Road Management System (IRMS), aplikasi PRMS lebih mudah dioperasikan karena berbasis Microsoft Access dan tidak memerlukan proses install.

“Aplikasi ini memungkinkan menyimpan seluruh informasi bagian jalan, tidak hanya informasi perkerasan jalan seperti halnya aplikasi IRMS, namun PRMS mampu menyimpan dan menampilkan informasi informasi bagian jalan lainnya seperti bahu, rumija, saluran, bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan,” jelasnya.

Lanjutnya, kelebihan lain dari aplikasi yang dibangun dan dikembangkan di Sultra ini adalah penggunaan metode analisis multi kriteria (Multi Criteria Analysis/MCA) dalam program penanganan jalan, dimana penetapan prioritas penanganan jalan tidak hanya ditetapkan berdasarkan aspek teknis (kondisi dan volume lalu lintas) namun juga didasarkan pada aspek lain, sesuai dengan kebutuhan dan prioritas daerah.

“Kriteria non teknis yang digunakan dalam penyusunan prioritas program penanganan jalan meliputi kriteria konektivitas, rencana pengembangan wilayah, jaringan jalan utama dan lokasi layanan sosial. Aplikasi ini dipandang sangat tepat untuk diterapkan untuk jalan daerah (jalan provinsi dan jalan Provincial) yang umumnya memiliki volume lalu lintas yang rendah (low traffic),” ungkapnya.

Keluaran yang dihasilkan melalui aplikasi PRMS ini, meliputi data titik referensi jalan (koordinat awal dan akhir), data inventarisasi (aset jalan), data kondisi jalan, stripmap, rekomendasi program,  penetapan segmen penanganan, pemaketan proyek dan peta berbasis sistem informasi geografis (GIS). (Adv)

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.