Format Sultra Ingatkan Kepolisian Agar Serius Tangani Kasus PT. Bososi Pratama

Kendari, Sultrapost.ID – Koordinator Presidium Forum Pemerhati Tambang (Format) Sultra, Jaswanto meminta kepada Kepolisian agar benar benar serius dalam menangani kasus kejahatan kehutanan PT. Bososi Pratama dan enam kontraktor miningnya.

Pasalnya, sampai saat ini kasus perambahan hutan lindung tanpa mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berada di Desa Morombo Pantai tersebut semakin tak ada kejelasan.

“Pasca dilakukannya penyegelan terhadap sejumlah alat berat milik enam kontraktor mining di lokasi IUP PT. Bososi kemarin, sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari Polda Sultra mengenai perkembangan penanganan kasus itu sudah sampai dimana,” ungkap Jaswanto, Senin 13 April 2020.

Menurutnya, jika pihak kepolisian baik Polda Sultra maupun Mabes Polri tidak transparan dalam penanganan kasus tersebut, maka kuat dugaan telah terjadi tawar menawar dengan perusahaan agar kasus tersebut terhenti ditengah jalan.

“Agar tidak ada dugaan tawar menawar untuk membebaskan alat berat tersebut, kepolisian harus transparan. Jadi saya ingatkan kembali agar Polda Sultra serius menangani perampokan sumber daya alam yang dilakukan PT Bososi Pratama dan ke enam Kontraktor Miningnya. Dengan segera tangkap mereka,” tutupnya.

Untuk diketahui, kenam perusahaan yang diduga terkait kasus tersebut yakni PT. Rockstone Mining Indonesia (RMI), PT. Tambang Nickel Indonesia (TNI), PT. Nuansa Persada Mandiri (NPM), PT. Anugrah, PT. Pertambangan Nikel Nusantara (PNM), dan PT. Jalur Emas.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.