BannerDepan

Hasil Karya PT WIN Ancam Keselamatan Warga di Desa Torobulu

Konsel, Sultrapost.ID – Warga Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tengah dilanda ketakutan, pasalnya lokasi yang mereka tempati kini mengancam keselamatan mereka akibat adanya aktivitas penambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di area pemukiman.

Hasan Basri, warga dusun I Desa Torobulu mengatakan jika dirinya dihantui rasa  takut, sebab lahan bekas pekerjaan galian tambang PT WIN sedalam kurang lebih 30 meter hanya berjarak 5 hingga 10 meter dari rumahnya.

“Jaraknya hanya sekitar 5 samapi 10 meter dan kedalamanya mencapai 30 meter. Yang saya takutkan tiba-tiba longsor. Ini saja sudah mulai ada keretakan,” ungkapnya, Sabtu 14 Oktober 2023.

 

Bekas galian tambang PT WIN kurang lebih setinggi 30 meter hanya berjarak 5 sampai 10 meter dari rumah Hasan Basri.

 

Hasan mengaku, kendati lahan yang digarap oleh PT WIN bukan miliknya, akan tetapi dampak yang di timbulkan oleh galian tersebut sangat berisiko tinggi.

“Memang itu bukan lahan saya, tetapi dampaknya pasti yang rasakan saya dan beberapa tetangga,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan awak Sultrapost.id, aktivitas penambangan PT WIN hanya berjarak 5 hingga 10 meter dari rumah warga. Bahkan Sekolah Dasar (SD) Negeri Laeya pun kini terancam. Sebab bekas galian tambang perusahaan terjadi longsor dengan jarak 1 meter dari pagar sekolah.

 

Longsor yang terjadi di bekas galian PT WIN hanya berjarak 1 meter dari pagar SD Negeri 2 Laeya.

 

Ironisnya, tidak hanya mengancam keselamatan penduduk sekitar, warga justru di laporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Konsel oleh pihak perusahaan atas tuduhan menghalang-halangi aktivitas penambangan.

“Saya serta tujuh warga lainnya diancam dan dilaporkan di Polres Konsel oleh kuasa hukum PT WIN, karena dianggap menghalang halangi kegiatan pertambangan di wilayah IUP mereka. Bunyi surat panggilan dari pihak Polres Konsel seperti itu, yang ditujukan kepada saya dan tujuh orang lainnya, perihalnya permintaan keterangan klarifikasi,” ucap Lili (30) salah satu terlapor.

 

Surat permintaan keterangan/klarifikasi dari Polres Konsel.

 

Padahal kata Lili, ia bersama masyarakat tidak melarang PT WIN beraktivitas, melainkan menolak adanya penambangan di lokasi pemukiman karena dapat membahayakan, serta dampak debuh yang ditimbulkan.

Awak media yang coba mengkofirmasi pihak PT WIN tak satupun berada di kantor.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.