HMI Kendari Duga ada Konsfirasi Antara Institusi dan Penegak Hukum Terkait Dugaan Penambangan Ilegal PT PLM

Kendari, Sultrapost.ID – Dugaan penambangan emas ilegal di desa Wububangka Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana yang dilakukan PT Panca Logam Makmur (PLM) kini menuai sorotan dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari.

Mereka menduga telah terjadi konsfirasi antara institusi yang berwenang maupun penegak hukum atas aktivitas pengerukan logam mulia secara diam-diam hanya dengan bermodalkan izin yang telah kedaluwarsa.

Ketua Umum HMI Cabang Kendari Sulkarnain, saat di hubungi melalui telepon selulernya, Rabu 20 November 2019 mengatakan PT PLM tidak mungkin berani melakukan aktifitas penambangan emas dengan bermodalkan IUP maupun dokumen AMDAL yang telah kedaluwarsa, tanpa adanya bakingan dari oknum-oknum tertentu.

“Aktifitas PT. PLM yang ilegal dengan IUP yang sudah selesai dan AMDAL kedaluwarsa adalah pelanggaran hukum, ya tidak mungkin seberani itu kalau mereka sendiri. Kami menduga ada bekingan dari oknum penegak hukum maupun dari lingkungan hidup,” ungkapnya.

Sambung Sulkarnain, hal itu sangat terang saat dibenarkan oleh Sekertaris Dinas (Sekdis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bombana, Makmur Darwis melalui salah satu media online, bahwa dia mengetahui adanya aktivitas PT PLM secara pribadi namun belum secara kelembagaan

“Ini sangat terang sekali, semestinya itu di tindak tegas baik secara administrasi maupun melaporkannya secara hukum karena ini adalah pelanggaran berat,” ungkapnya

Kejadian tersebut akan segera diadukan oleh HMI Cabang kendari kepada Polda Sultra, agar oknum yang melakukan pembiaran sebagai institusi segera ditemukan. Tak hanya itu, mantan Kabid PAO itu juga akan mengadukan PT PLN ke DLHK serta ESDM Provinsi
agar tidak lagi di berikan perpanjangan izin penambangan emas di Bombana.

“Melalui bidang LH, Hukum dan HAM dalam waktu dekat ini kami akan melakukan kajian lebih dalam dan membawa ke Polda maupun ke DLHK serta ESDM Provinsi, baik terkait dugaan kami terhadap oknum yang membackup maupun DLHK Bombana yang membiarkan aktifitas ilegal itu,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.