Indra Eka Putra Tak Mau Tanggapi Serius Aduan Tim Kampanye Nirna Lachamuddin di Polda Sultra

Konawe, Sultrapost.ID – Aduan Tim Kampanye Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sultra Nirna Lachamuddin, ke Polda Sultra terkait dugaan pencemaran nama baik, rupanya tidak ditanggapi serius oleh Anggota Komisioner Bawaslu Konawe, Indra Eka Putra.

Menurut Divisi Hukum Bawaslu Konawe yang diadukan itu, persoalan laporan atau pun aduan ke pihak berwajib adalah hak setiap waga negara.

“Hak warga negara melapor, tidak usah ditanggapi berlebihan,” ucapnya kepada awak Sultrapost.ID melalui via Whatsapp-nya, 17 Februari 2019.

Kata dia, yang terpenting baginya adalah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Bawaslu sesuai dengan aturan yang ada.

“Jadi Senin ini kita jadwalkan panggil sebagai terlapor atas dugaan pelanggaran administrasi. Dan Selasa insya allah kita panggil kembali untuk klarifikasi dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu,” ujarnya.

Dijelaskannya, dugaan pelanggaran administrasi adalah terkait tata cara, mekanisme dan prosedur yang telah diatur dalam Undang-undang (UU) nomor 7 tahun 2017, pasal 1 tentang metode kampanye pemilu.

”Nah tata cara kampanye pengobatan gratis itu, bukan tata cara yang dianjurkan oleh UU nomor 7,” jelasnya.

Selain UU nomor 7 tersebut, lanjut mantan Ketua Badko HMI Sultra itu, PKPU nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye yang diatur dalam pasal 51 ayat 1 tentang kegiatan lain juga tidak menyebutkan ada metode kampanye pengobatan gratis.

“Lebih tegas lagi diatur dalam perbawaslu nomor 28 tahun 2018 tentang pengawasan kampanye. Di pasal 34 ayat 2 jelas menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan selain yang dimaksudkan adalah pelanggaran,” tegasnya.

Untuk itu ia enggan menanggapi berlebihan soal aduan terhadap dirinya ke Polda Sultra. Pihaknya tetap akan melaksanakan proses sidang administrasi atas dugaan pelanggaran administrasi.

“Sedangkan untuk pelanggaran tindak pidanan pemilu, diduga melanggar Pasal 523 junto 52,” pungkasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.