BannerDepan

Informasi Penertiban Tambang Ilegal Kerap Bocor, AMPUH Sultra Minta Kapolri Lebih Tegas

 

Kendari, Sultrapost.ID – Direktur Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPUH) Sultra, Hendro Nilopo meminta Kapolri agar lebih tegas dalam memberantas penambang ilegal di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pasalnya, informasi terkait rencana penertiban tambang ilegal yang kerap di lakukan oleh tim gabungan baik dari Mabes Polri dan Gakkum KLHK, sudah di ketahui sebelumnya oleh para penambang ilegal.

“Buktinya, rencana penertiban yang kabarnya akan di lakukan pada Rabu, 19 Oktober 2022 besok di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, informasinya itu sudah bocor. Para penambang ilegal sudah menghentikan segala aktivitasnya dan mengamankan semua alat berat mereka. Nah ini kan aneh,” ungkapnya, Selasa 18 Oktober 2022.

Aktivis nasional asal Konawe Utara itu menduga, ada oknum aparat yang nekerja sama dengan para pelaku ilegal mining dan membocorkan informasi sebelum dilakukannya penertiban atau pembersihan tambang ilegal oleh tim gabungan.

“Iya tentu, seharusnya yang mengetahui rencana penertiban dan pembersihan itu kan hanya tim gabungan saja. Jadi patut kami menduga bahwa memang ada oknum aparat yang sengaja memberikan informasi kepada penambang ilegal disana,” tegasnya.

Menurut pria yang akrab di sapa Egis itu, seharusnya Kapolri melakukan identifikasi terhadap oknum anggota yang membekingi penambang ilegal.

“Sebelumnya juga saya sudah menyampaikan melalui pemberitaan media online terkait adanya oknum aparat yang membacking kegiatan para penambang ilegal di wilayah Blok Mandiodo. Oknum aparat itulah yang kerap menyampaikan kepada para penambang ilegal, jika akan ada rencana penertiban,” benernya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.