Inovasi Terbaru FLLAJ Sultra, Mudahkan Masyarakat Melakukan Aduan Melalui Aplikasi GARBARATA

Kendari, Sultrapost.ID – Kondisi jalan rusak di Sultra memang tak jarang kita temui, hal itu tentu sangat membahayakan keselamatan pengendara yang melintas. Atas dasar itu, Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FFLAJ) Sultra menghadirkan aplikasi GARBARATA.

Melalui aplikasi yang dilaunching pada bulan Oktober ini, kini masyarakat sangat mudah menyampaikan aduan baik kerusakan jalan maupun masalah lalu lintas dan angkutan jalan.

Ketua FLLAJ Sultra, Dr. Ir. H. Hado Hasina, mengatakan peluncuran Aplikasi Online GARBARATA untuk mempermudah pengaduan atau keluhan terkait kerusakan jalan dan lalu lintas serta angkutan jalan di Sultra.

“Mungkin selama ini masyarakat enggan atau bahkan kesulitan saat mengadukan permasalahannya. Nah, melalui aplikasi ini aduan bisa dilakukan kapan saja melalui aplikasi Garbarata. Aduannya pun akan langsung kami teruskan ke instansi terkait,” ungkapnya,Kamis  29 Oktober 2020.

Dijelaskannya, dalam aplikasi tersebut tersedia fitur dengan forum aduan. Sehingga pengaduan terkait kerusakan jalan, lalu lintas maupun persoalan angkutan jalan akan langsung diteruskan ke instansi terkait.

“Misalnya kerusakan jalan berarti kita teruskan ke Dinas Bina Marga atau Balai Jalan, kemudian jika terjadi kecelakaan lalu lintas akan kita langsung teruskan ke satuan lalu lintas. Sangat simpel tinggal diikuti instruksinya,” jelas Kadis Perhubungan Sultra ini.

Bahkan untuk mendapatkan aplikasi tersebut, caranya pun cukup mudah. Masyarakat cukup mengunduh aplikasi GARBARATA di Google Play Store.

“Sangat mudah, cukup di unduh, kemudian masuk melalui akun Google atau dengan menggunakan nomor telepon. Seteleh itu mengisi profil dan anda sudah bias menggunakan aplikasi tersrbut,” ucapnya.

Sejak dilauncing, Hado Hasina belum memastikan jumlah aduan yang masuk. Namun dirinya mengakui belum banyak lantaran masyarakat belum mengetahui. Untuk itu pihaknya masih terus melakukan sosialisasi akan manfaat inovasi yang baru diluncurkan tersebut.

“Olehnya itu, kami terus lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal layanan ini. Mudah-mudahan dapat respon positif dari masyarakat. Tentunya, layanan ini juga outputnya untuk kepentingan kita bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang hendak mengadu, agar tetap mematuhi petunjuk aplikasi seperti menginformasikan aduan yang tidak berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan).

“Jadi sebisa mungkin dihindari kata-kata yang berbau SARA. Aduannya hanya boleh yang berkaitan dengan jalan dan lalu lintas bukan yang lain,” tegasnya. (Adv)

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.