BannerDepan

IPMA Meragukan Kredibilitas Kejati Sultra Terkait Proses Hukum Syahbandar Lapuko

 

Kendari, Sultrapost.ID – Indonesian Port Monitoring Agency (IPMA) kini meragukan kredibilitas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, dalam melaksanakan proses hukum dugaan pungli dan KKN Syahbandar Lapuko.

Pasalnya, kurang lebih lima bulan proses hukum atas kasus tersebut tak kunjung ada hasil dan terkesan di tutup-tutpi oleh Kejati Sultra.

Presidium IPMMA, Erik Santo mengaku kesal dengan kinerja Kejati Sultra atas lambatnya penanganan kasus.

“Kita sudah menunggu berbulan bulan dari laporan kami melalui LKBHMI tapi ini sepertinya sengaja di perlambat,” ungkapnya, Sabtu 28 Mei 2022.

Padahal kata dia, sampai hari ini masih ada kegiata pemuatan ore nickel di jety milik PT. Triple Eight Energy (TEE).

“Kegiatan kembali berjalan sejak kemarin, mereka sudah close tinggal menunggu SPB dari syahbandar,” terangnya.

Pihaknya menduga adanya main mata antara kejati sultra dan syahbandar lapuko dalam proses hukum tersebut sehingga ada dugaan kesengajaan dalam memperlambat dan menutupi proses hukum dari laporan mereka

“Kami duga ada main mata ini, karena setiap di tanyakan selalunya masih di proses kami tidak dapat jawaban pasti. Kami yakin kejati pasti tau soal tongkang yang masuk ini hari” pungkasnya

Pihaknya akan mengadukan kejati ke Kejaksaan Agung (Kejagung) atas peristiwa tersebut dan melaporkan syahbandar lapuko ke Dirjen Perhubungan Laut (Perhubla) dalam waktu dekat ini

“Percuma kita lapor disini ternyata, nanti kita akan lapor ke kejagung dan perhubla minggu depan ini sudah kelewatan” tutupnya

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.