Izin Kedaluwarsa, PT PLM Diam-diam Rampok Emas Bombana

Bombana, Sultrapost.ID – Belum juga hilang dari ingatan tentang kasus praktik menipulasi data laporan hasil produksi emas serta tunggakan royaliti PT Panca Logam Makmur (PLM) yang merugikan negar hingga Rp 21 miliar. Kini perusahan penambang emas itu kemabali melakukan aktivitasnya.

Kali ini, PLM secara diam-diam mengeruk logam Mulia di Desa Wububangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana hanya dengan bermodalkan dokumen AMDAL yang di duga telah kedaluwarsa serta Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah berakhir sejak tiga tahun lalu.

Hal itu dibenarkan oleh Sekertaris Dinas (Sekdis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bombana, Makmur Darwis. Kata dia, dokumen AMDAL yang di kantongi oleh PT PLM talah kadaluarsa, begitu juga dengan IUP yang belum diperpanjang sejak berakhir tiga tahun lalu.

“Dokumen AMDAL-nya masih yang lama yang harusnya diperbaharui, begitu juga dengan IUP-nya belum diperpanjang. Belum lagi reklamasinya belum dilakukan secara keseluruhan, hanya dibeberapa titik saja,” ungkapnya melalui telepon selulernya, Senin 18 November 2019.

Sayangnya, DLHK seolah menutup mata atas perampokan kekayaan alam di Bumi Munaja itu. Saat ditanya soal aktivitas penambangan ilegal PT PLM yang diduga telah berlangsung selama kurang lebih dua Minggu, Makmur mengatakan jika secara lembaga perusahan tersebut belum melapor, namun secara pribadi ia mengetahui hal tersebut.

“Secara kelembagaan kami belum tahu, tapi secara peribadi saya sudah tahu. Seharusnya PLM wajib melaporkan seluruh legalitasnya di DLHK sebelum melakukan aktifitas dan ia juga harus menyelesaikan apa yang menjadi kewajibannya,” ucapnya.

Makmur berjanji akan segera memanggil pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan kewajibanya sebelum melakukan aktifitas di Bombana.

“Kami juga tidak bisa berbuat banyak karena seluruh kebijakan telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas PT PLM Danil yang di konfirmasi melalui WhatsApp-nya enggan memberi penjelasan terkait aktivitas penambangan tanpa izin. Ia berjanji akan melakuka konferensi perss untuk memberikan jawaban.

“Sementara saya komunikasikan. Saya rencana mau konfrensi perss saja, biar satu kali menjawab. Saya mau ketemu semua direksi minta kesiapan waktunya semua, sabar sedikit ya,” tutupnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.