Janji Bangun Smelter, PT Tiran Indonesia Diduga Malah Menambang di Lahan Koridor

 

Konut, Sultrapost.ID – Iming-iming PT Tiran Indonesia untuk membangun sebuah pabrik pemurnian nickel (Smelter) di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut) diduga hanya modus.

Faktnya, perusahan tersebut diduga diam-diam melakukan aktivitas penambangan. Parahnya lagi, lokasi yang menjadi kawasan industri pada proyek srategis nasional itu, merupakan lahan koridor.

Direktur eksekutif eXplor Anoa Oheo (EXOH), Ashari mengatakan awalnya ia sangat mendukung dengan adanya rencana pembangunan smelter di Konut. Namun belakangan ia mengaku kaget setelah mengetahui kawasan industri pada proyek strategis nasional seluas kurang lebih 250 hektar itu berada di lokasi koridor.

“Setelah pengecekan dilapangan, faktanya PT Tiran sedang melakukan eksplorasi dan persiapan penambangan, yang diduga kuat pada lahan tak bertuan alias tanpa IUP. Sangat rancuh sebab kok di lapangan menggunakan mesin alat bor, bukannya kegiatan smelter itu menggunakan alat pancang atau apalah,” ungkapnya, Sabtu 10 April 2021.

Dirinya mengaku, meski hampir seluruh perusahaan tambang yang melakukan aktivitasnya di Konut nyaris ilegal, namun tidak ada modus iming-iming untuk membangun pabrik smelter.

“Baru kali ini kami dengar ada lahan koridor di jadikan kawasan industri pada proyek strategis nasional. Di tambang dulu baru bangun smelter. Pertanyaan kemudian bagaimana perizinannya, sosialisasi nya kapan, dan sebagainya,” ucapnya.

Untuk itu lanjut Ashari, pihaknya memberikan warning serta penguatan dan dukungan kepada Pemerintah Daerah Konut, agar tidak terjadi lagi kegagalan yang sama.

“Selesai penambangan, smelter belum juga berdiri,” tutupnya.

Sementara itu, pihak PT Tiran Indonesia Feri yang di konfirmasi melalui Handphone hingga berita ini terbit belum memberikan penjelasan.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.