BannerDepan

Kades Lengora Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Dirinya ke Polda Sultra

 

Kendari, Sultrapost.ID – Kepala Desa Lengora, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Awaludin kini melaporkan dua pemilik akun Facebook dan salah satu media online ke Polda Sultra, Selasa 7 September 2021.

Awaludin yang di dampingi Kuasa Hukumnya yakni Masri Said melaporkan pemilik akun berinisial Ta dan EIE atas dugaan pelanggaran UU ITE, sedangkan salah satu media online dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

Kuasa Hukum, Masri Said mengatakan klienya merasa sangat di rugikan atas pemberitaan dari salah satu media online yang kemudia disebarkan oleh dua akun tersebut di salah satu grup facebook “Bombana Watch”.

“Klien saya menerima informasi, bahwa ada berita yang dibagikan oleh dua akun facebook ke grup Bombana Watch. Dalam berita tersebut, seakan menuding bahwa klien saya sebagai salah satu tersangka yang telah melakukan tindak pidana pemalsuan tanda tangan,” ungkapnya.

Parahnya lagi kata dia, foto kliennya yang menggunakan paken dinas di pajang secara jelas dalam berita. Sedangkan kliennya tidak pernah meberikan foto tersebut.

“Aneh, fotonya itu di ambil dari mana, dan tanpa izin dari klien saya,” ujarnya.

Lanjut Masri, belum lagi pihak Reskrim Polres Bombana yang menjadi nara sumber dalam berita tersebut, tidak membenarkan jika pihaknya pernah memberikan pernyataan yang membenarkan jika Kades Lengora memalsukan tanda tangan.

“Kami juga sudah konfirmasi ke Polres Bombana melalui Kanit Reskrim yang juga sebagai penyidik atas kasus tersebut, bahwa hal itu tidak benar,” ucapnya.

Padahal menurut Masri, seharusnya azas praduga tak bersalah lebih di kedepankan. Terlebih lagi dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut, Polres Bombana sama sekali belum menetapkan siap yang menjadi tersangka.

“Sejauh ini Polres Bombana belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus tersebut. Dan klien saya di panggil hanya sebatas memberikan keterangan atas kasus tersebut dan bukan sebagai saksi,”

Atas hal tersebut, menurut Masri, kliennya merasa nama baiknya telah dicemarkan, dan berharap pihak berwenang melakukan proses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Klien kami ini juga punya keluarga besar. Dengan adanya berita dan postingan tersebut tentu akan membuat kliennya merasa malu. Dikhawatirkan juga dengan postingan tersebut akan menimbulkan kegaduhan di Desa Lengora,” pungkasnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.