Kapal Kabaena Pu’ulemo Rusak, Penumpang Sebut Kelalaian Syahbandar

Bombana, Sultrapost.Id – Kapal Superjet 10 (Sumber Poleang) rute pelabuhan Sikeli kecamatan Kabaena Barat – pelabuhan Pu’ulemo kecamatan Poleang Timur kabupaten Bombana mengalami kerusakan mesin diperairan pising kecamatan Kabaena Utara. Akibatnya, selama kurang lebih dua setengah jam kapal yang memuat sekitar 81 penumpang ini terombang ambing.

Tiket Salah Seorang Penumpang dalam Kapal. Foto: Istimewa

Menurut Rudi, salah seorang penumpang yang dihubungi via telepon selulernya, peristiwa ini masuk dalam ketagori kelalaian Syabandar, sebab kata dia, pihak syahbandar Sikeli diduga tidak memeriksa kondisi kapal sebelum berangkat.

“Syahbandar mempunyai wewenang mengijinkan Kapal berlayar membawa penumpang, dia (Syahbandar) diduga tidak mengecek kelayakan mesin Kapal Superjet 10 sebelum membawa penumpang dari Pelabuhan Sikeli ke Pelabuhan Puulemo,” ucapnya dengan nada kesal, Jumat 19 Oktober 2018.

“Kapal ini mati mesin jam 11.30, dan baru menyala jam 15.00, kita dididalam kapal resah semua, penumpang kepanasan didalam,” tambahnya.

Lanjut Rudi, sebelumnya dirinya saat hendak ke Kabaena melalui pelabuhan Kasipute Selasa (16/10) lalu juga menggunakan kapal yang sama, dan sebelum berlabu di pelabuhan Sikeli kapal tersebut juga mengalami kerusakan mesin.

“Kapal ini seharusnya tidak bisa berlayar, karena mesinnya bermasalah, saya katakan itu karena saya sebelumnya naik kapal ini juga. Jadi ini kelalaian Syahbandar karena dia wajib memeriksa kapal sebelum jalan, layak atau tidak,” sesalnya.

Fardin yang juga penumpang kapal menyampaikan hal yang sama, yaitu terombang ambingnya puluhan penumpang kapal tersebut disinyalir karena kelalaian Syahbandar.

“Coba syahbandar serius bekerja dan memeriksa kelayakan mesin kapal, kita tidak akan seperti ini, seharusnya kita sudah sampai tapi karena mati mesin kita sampai malam kayanya,” katanya.

Sementara Kepala Syahbandar Sikeli Muhamad Arfa, saat dikonfirmasi terkait ini, membantah tuduhan tersebut, katanya, dia sudah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur, termasuk memeriksa kondisi kapal sebelum berangkat.

“Segala sesuatunya kan sebelum kita berangkatkan kapal harus di periksa dulu, bagaimana kondisi mesin, bagaimana keadaan kapal, mesin sebelum berangkat kondisinya bagus, kalau mesinnya tidak bagus tidak mungkin kita mau berangkatkan, namanya musibah Pak kita tidak tau dijalan,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Bombana Umar Mane mengatakan bahwa, kapal tersebut telah melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Pu’ulemo. Pihaknya pun membenarkan jika kapal itu mengalami kerusakan di sekitar perairan pising Pulau Kabaena.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, para penumpang kapal sebagian adalah pejabat Pemkab Bombana yang telah menghadiri pembukaan Porseni dalam rangka menyambut HUT Bombana ke 15, di Desa Lengora, Kecamatan Kabaena Tengah, serta perayaan festival Tangkeno.

Laporan: Adi

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.