Kehadiran PT VDNI Dianggap Beri Dampak Positif Terhadap Daerah

 

Kendari, Sultrapost.ID – Hadirnya industri smelter PT Virtu Dragon Nickel Industri (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe ternyata memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar.

Salah satunya ialah PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang mulai hadir pada Tahun 2017 lalu dan diresmikan Tahun 2019 ini telah merekrut tenaga kerja lokal yang ada di sekitar area industri dan beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara yang secara tidak langsung turut serta mengurangi angka kemiskinan.

Meskipun belum ada data valid yang menjelaskan mengenai turunnya angka kemiskinan terkait hadirnya industri di Kecamatan Morosi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Konawe Agus Suyono juga mengakui jika angka kemiskinan di Konawe mengalami penurunan.

“Kalau data tentang itu belum kita dapatkan sekarang karena memang sekarang ini sedang mengirim data ke Pusdatin sebanyak 26.507 sekarang itu hasil verifikasinya kita tunggu baik itu kepesertaan BPJS, termasuk warga Morosi yang sudah masuk jadi tenaga kerja industri” ujar Agus saat ditemui awak media, Rabu beberapa waktu lalu.

Sedangkan angka kemiskinan di Kabupaten Konawe sendiri, menurut Agus, dalam rentan Tahun 2019 hingga 2020 mengalami penurunan.

“Tapi untuk sementara ini, dari 2019 sampai ke 2020 Konawe itu sudah terjadi angka pengurangan angka kemiskinan menjadi 1.056 KPM” lanjut Agus.

Untuk kepastian data jumlah kemiskinan di kawasan industri Kecamatan Morosi, Agus mengungkapkan, pihaknya kemungkinan akan memperoleh pada awal bulan Maret 2021.

“Baru kita akan mendapatkan datanya kemungkinan kalau bukan Februari awal Maret” tutup Agus Suyono.

Sementara itu, Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara dalam sambutannya di acara Musrembang Data, yang dilaksanakan akhir Januari lalu mengatakan peredaran uang untuk gaji karyawan di kawasan industri Morosi kurang lebih seratus milyar.

“Uang yang berputar hanya untuk gaji karyawan kurang lebih seratus milyar bayangkan dengan APBD kita yang hanya enam milyar satu bulan” ungkap pria yang akrab GTS ini.

Bahkan, menurut GTS kehadiran industri di Kecamatan Morosi memberikan kontribusi untuk Kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tenggara, salah satunya dengan adanya perekrutan tenaga kerja yang mengurangi angka pengangguran.

“Konut hampir seribu angka penganggurannya kita kurangi, Kota Kendari hampir tiga ribu tenaga kerja, Kolaka, Kolaka Utara, Koltim, Buton, Muna, bahkan di Sulawesi Selatan” pungkas GTS.

Selain itu, dalam hasil penelitian jurnal ilmiah yang berjudul “Dampak PT VDNI Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani Sayuran-sayuran di Desa Morosi, Oabupaten Konawe” yang disusun oleh Haswan Dida, Idrus Salam, dan Munirwan Zani mahasiswa jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian OHO Tahun 2018 lalu menyimpulkan bahwa kehadiran mega industri di Kecamatan Morosi memberikan dampak diantaranya kesempatan kerja dan peluang usaha.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.