BannerDepan

Kejati Sultra Sebut Ada Indikasi TPPU Dalam Kasus Dugaan Korupsi PT Antam

Kendari, Sultrapost.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumumkan adanya indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara kasus dugaan Korupsi di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Antam Tbk, di Bolok Mandiodo, Konawe Utara (Konut).

Kajati Sultra, Dr Patris Yusrian Jaya mengatakan selain tindak pidana korupsi,  pihaknya juga akan menerapkan TPPU terhadap beberapa pihak yang teridikasi.

“Dalam waktu dekat beberapa pihak yang kami temukan indikasinya di dalam tindak pidana pokok juga akan kami terapkan TPPU,” ungkapnya saat menggelar konfrensi pers, terkait hasil sitaan Kejati Sultra berupa uang kurang lebih Rp 79 miliar, di Aula Kantor Kejati Sultra, Kamis 24 Agustus 2023.

Meski begitu, Kajati masih belum mau menjelaskan secara detail terkait adanya indikasi TPPU dalam kasus korupsi yang sudah menjerat 12 tersangka.

Dirinya hanya menegaskan jika sejumlah pihak tersebut bisa dari 12 tersangka yang sudah di tetapkan maupun diluar.

“Bisa dari para tersangka dan bisa dari luar pihak (tersangka),” tegasnya.

Untuk diketahui, penyidik Kejati Sultra sudah menetapkan 13 orang tersangka. 12 diantaranya di duga terlibat dalam kasus korupsi PT Antam, sedangkan satunya merupakan tersangka dugaan tindak pidana perintangan (Obstruction Of Justice).

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat
Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.