Kinerja Gugus Tugas Covid-19 Bombana Menuai Sorotan

Bombana, Sultrapost.ID – Kinerja Tim Gugus Tugas Kabupaten Bombana dalam melakukan penanganan Covid-19 kini menuai sorotan, lantaran dinilai lambat dan tidak serius dalam melakukan penanganan serta pengawasan terhadap warga yang positif terpapar Covid-19.

Sorotan pedis itu muncul setelah beredarnya kabar mengenai lambatnya penanganan terhadap dua orang warga dari Desa Laeya, Kecematan Poleang Selatan yang telah dinyatakan positif terpapar virus corona pada Rabu 13 Mei 2020 kemarin.

Seperti yang diungkapkan Sekertaris DPD PDIP Sultra asal Bombana, Hasrat SH. Kata dia, ada perlakuan berbeda diterapkan pada dua orang warga yang Positif Covid-19 tersebut, padahal mereka berasal dari klaster yang sama dengan puluhan OTG lain yang menjalani karantina di Rusun Bombana.

Mereka menjalani karantina mandiri dirumah masing-masing tanpa pengawasan ketat dari Gugus Tugas Kabupaten maupun Satgas Desa. Bahkan berdasarkan informasi dari warga, salah satu OTG ini kabranya bebas berkatifitas diluar rumah.

“Bukan bermaksud menambah keresahan, tapi justru inilah yang membuat warga semakin was-was,” ungkapnya, Jumat 15 Mei 2020.

Lanjut pria yang juga merupakan Ketua Fraksi PDIP di DPRD Provinsi Sultra itu, seharusnya pasca diumumkanya 60 kasus positif terpapar virus corona pada tanggal 13 Mei kemarin, Gugus Tugas Kabupaten Bombana sudah langsung menjemput dua OTG beserta dengan kerabat terdekat atau keluarganya yang melakukan kontak erat dengan pasien, dan segera melakukan isolasi puluhan warga yang terkonfirmasi.

“Berdasarkan laporan warga dua pasien itu dijemput oleh tim sehari setelah mereka dinyatakan positif. Nah jika ini benar maka ini membuktikan kinerja Gugus Tugas Kabupaten sangat lamban dan hanya jago bermain di teori. Sedangkan karantina mandiri dengan pengawasan tidak benar-benar berjalan,” ucapnya.

Padahal menurut dia, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten seharusnya bergerak cepat menjemput dua orang pasien asal Desa Laeya itu. Serta menginstruksikan Satgas Desa untuk segera memasang portal di batas desa, melarang warganya untuk keluar dan melarang warga lain untuk masuk kecuali hanya melintas.

Dengan begitu lanjutnya, akan mudah tim melakukan proses tracking kepada warga atau orang terdekat yang sudah melakukan kontak langsung dengan pasien positif, agar upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa terukur.

“Kenapa tidak sekalian jemput orang yang diangap sudah melakukan kontak langsung dengan pasien, seperti keluarganya. Karena jika yang dijemput hanya yang terpapar saja, sementara yang kontak erat dengan pasien dibiarkan, kita tidak bisa jamin mereka tidak terpapar. Ini Gugus Tugas Kabupaten Bombana serius mau memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau hanya untuk merawat PDP dan OTG yang positif saja ” jelasnya.

Lebih lanjut Hasrat mengatakan, jika laporan warga itu benar terjadi maka dirinya memastikan penyebarannya virus berbahaya tersebut akan semakin meluas di Kabupaten Bombana.

“Maka anggaran Covid-19 dari APBD Bombana 17 M dan sekitar 9,7 M digunakan untuk operasional Gugus Tugas, tapi kinerjanya lamban seperti ini. Untuk itu saya meminta Kejaksaan dan Inspektorat serta DPRD Bombana benar-benar mengawasi penggunaan dana operasional ini.” ujarnya.

Dirinya menghimbau kepada warga khusunya yang memiliki kontak erat atau mempunyai riwayat telah melakukan kontak langsung dengan dua pasien OTG yang dinyatakan positif, maupun berkontak langsung dengan kontak erat kedua pasien untuk jujur dan sadar diri, serta segera melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan tidak lagi beraktifitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dan selalu menggunakan masker.

“Saya berharap segala kebutuhan hidup warga yang melakukan karantina mandiri ini, terutama sembako di tanggung oleh Pemda atau Pemerintah Kecamatan dan Pemdes. Saya juga meminta warga untuk tidak panik serta jangan memandang warga atau keluarga kita yang terpapar covid-19 sebagai aib, tapi justru memberikan motivasi dan doa semoga segera diberikan kesembuhan, karena musuh kita bukan mereka tapi covid-19. Ini jika kita serius memutus rantai penyebaran covid 19,” pungkasnya.

Sementara itu Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bombana, Heryanto membantah kabar tersebut. Dirinya menegaskan jika pihaknya telah melakukan penjemputan terhadap dua warga Poleang Selatan yang terkonfirmasi positif itu untuk di lakukan isoalsi beberapa jam setelah pengumuman penambahan kasus.

“Tidak, kami langsung menjemput mereka untuk di lakukan isolasi bersama puluhan pasien lainnya beberapa jam setelah dinyatakan positif. Dan kami di bantu dengan aparat TNI dan Polri kemarin,” tegasnya.

Bahkan sebelum hasil Swab kedua pasien itu keluar, tim sudah beberapa kali melakukan penjemputan, namun keduanya tetap bersikeras untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Kita sudah beberapa kali juga jemput pasien, tapi mereka tetap bersikeras enggan di karantina bersama pasie lainnya,” ungkapnya.

Sejauh ini lanjut Heryanto, pihaknya sudah melakukan tracking dan pendataan terhadap keluarga serta warga yang disinyalir telah melakukan kontak erat dan kontak ekonomi kepada pasien.

“Ada tiga metode tracking yang kami terpakan yakni kontak erat, kontak ekonomi dan kontak sosial. Untuk kontak erat ada 6 orang, kontak ekonomi 8 orang. Sedangkan kontak sosial kami masih mengumpulkan data,” tutupnya.

Laporan : Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.