BannerDepan

KPI Tegaskan Aturan Iklan Kampanye di Media Elektronik TV dan Radio

Kendari, Sultrapost.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menegaskan aturan iklan kampanye di media elektronik dalam hal ini Televisi (TV) dan Radio. KPI sendiri meminta kepada peserta Pemilu dan lembaga penyiaran untuk tetap independen dalam pemberitaan, sehingga tercipta Pemilu yang adil dan santun.

“Sekarang ini sudah terbentuk tugas-tugas antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengawasi tayangan-tayangan terkait dengan Pemilu atau Pilkada di TV maupun Radio,” ungkap Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Agung Suprio, di lokasi kegiatan Mahasiswa Fisip UHO Gedung Aula Laki Laponto, Sabtu (19/11/2016).

Lanjutnya Agung Suprio, terlepas dari Pilkada maupun Pemilu, dalam KPI sendiri memiliki Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS), jadi ketika ada tanyangan yang melanggar P3 dan SPS maka KPI akan memberikan teguran kepada media bersangkutan.

Ia pula menambahkan, dalam konteks pilkada KPI harus bekerja sama dengan KPU, juga dengan Bawaslu ketika misalnya ada Paslon Atau Pendukung Paslon memasang iklan di TV dan termuat pada iklan tersebut program-program kampanye paslon sekalipun dilakukan oleh orang lain, ini tetap tidak boleh ,sebab termaksud iklan kampanye karena mengutarakan program-program paslon.

“KPI akan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang menanyangkan iklan kampanye paslon, sementara itu di pihak KPU akan mengkroscek kepada paslon dari iklan kampanye yang dikeluarkan paslon, selanjutnya Bawaslu akan memberikan sangsi kepada paslon. jika tidak, nanti KPI yang akan lakukan tindakan terhadap lembaga penyiaran atas rekomendasi dari KPU dan Bawaslu,” terangnya

Ketua KPI Pusat meyakinkan bahwa KPI akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ditemukan. Dengan pemberian sanksi teguran tertulis satu, teguran tertulis ke dua, penghentian sementara siaran dan pengurangan durasi tayangan hingga denda sekaligus pencabutan acara siaran.

Penulis: NA/SL

Ruangan komen telah ditutup.