KPILH Sultra Duga Perpanjangan IUP PT PLM Ilegal

Kendari, Sultrapost.ID – Polemik perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Panca Logam Makmur (PLM) yang diduga melanggar UU pertambangan rupanya masih terus bergulir.

Konsorsium Pemerhati Investasi dan Lingkungan Hidup (KPILH) Sultra, menemukan fakta baru terkait aktivitas penambangan emas PT PLM di desa Wububangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana itu.

Koordinator KPILH Sultra, Ilham Nur Baco menyebutkan, berdasarkan temuan nama PT PLM tidak masuk dalam daftar data base Dirjen Minerba.

“Kawan-kawan KPILH Sultra yang berada di Jakarta sudah mengecek, dan PT PLM tidak terdaftar di data base Dirjen Minerba,” ungkapnya, Minggu 1 Desember 2019.

Dengan adanya temuan itu kata dia, maka semakin memperkuat adanya dugaan pelanggaran UU pertambang terkait perpanjangan IUP PT PLM. Sebab perusahan yang terdata dalam data base merupakan perusahan yang telah memiliki IUP.

“Seluruh perusahan yang telah memiliki IUP pasti terdaftar. Nah PT PLM sendiri tidak terdaftar. Karena memang IUP-nya seharusnya sudah berakhir, dan dikembalikan ke pemerintah. Makanya dia tidak lagi terdaftar di data base. Lalu kenapa bisa IUP-nya diperpanjang. Jangan-jangan ini ilegal,” ucapnya.

Untuk itu lanjutnya, pihaknya akan mendatangi DPM-PTSP Provinsi Sultra, untuk mempertanyakan perpanjangan IUP PT PLM.

“Kami sudah rapatkan dengan teman-teman. Besok kita akan menyurat ke Polres Kendari untuk aksi unjuk rassa. Dugaan kami semakin kuat kalau PTSP ini sudah masuk angin,” tegasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Tulis Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.