BannerDepan

KPK RI Tanggapi Serius Persoalan Tambang Bermasalah di Sultra

Kendari, Sultrapost.ID – Pernyataan tegas Kepala Bidang (Kabid) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Sultra, Yusmin terkait banyaknya perusahaan tambang bermasalah yang merugikan Negara rupanya ditanggapi serius oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Koordinator Wilayah VIII KPK RI, Adriansyah Malik Nasution saat di wawancarai usai menggelar Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dengan Pemprov Sultra, 14 Februari 2019 mengatakan, jika pihaknya sudah memiliki seluruh data terkait aktivitas perusahaan tambang di Sultra. Qkan tetapi KPK tidak mau gegabah dalam mengambil sikap, sebab persoalan tambang merupakan persoalan yang sensitif dan strategis.

“Kami juga sudah memiliki data tentang aktivitas pertambangan di Sultra. Tapikan yang paling bagus saya harus tanya kepada mereka dulu (ESDM red) karena yang berkompeten secara hukum kan mereka yang harus menyiapkan, makanya pertama saya minta data kepada mereka, sebab ada beberapa hal yang saya mau tanya, ya beberapa hal seperti yang tadi disampaikan itu,” ujarnya

Soal adanya kerugian negara yang mencapai Rp 356 miliar, seperti yang diungkapkan Yusmin saat menggelar konfrensi perss-nya beberapa waktu lalu, lanjutnya, KPK bakal mengundang ESDM Sultra untuk mengkonfirmasi kondisi yang sebenarnya.

“Soal kerugian negara yang 365 miliar, datanya mana, saya mau minta, mana Kabidnya, mana Kadisnya, kita terbuka saja disini semua, kan tidak apa-apa,” jelas Adriansyah.

Untuk diketahui, sebelumnya Kabid Minerba ESDM Sultra, Yusmin dalam konfresi ferss-nya pada 11 Februari 2019 lalu, telah membeberkan sejumlah perusahan tambang yang bermasalah hingga merugikan negara ratusan miliar.

Bahkan dengan tegas ia mengatakan akan melaporkan perusahaan-perusahaan tambang tersebut, ke KPK RI. Sebab berdasarkan data yang dimiliki ESDM Sultra, kerugian negara mencapai Rp 365 miliar, selama periode 2008 hingga 2018.Hal itulah yang menjadi perhatian serius oleh lembaga anti rasuah itu.

“Gini ajah deh, kalau ada yang lebih khusus dan spesifik, nanti WA (WhatsApp) aku saja, kan udah punya nomor aku kan,” pungkasnya.

Laporan: Aidil

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.